Visi Wawasan Ketiga: Transformasi Pemahaman Tentang Semesta Dunia Fisik

Visi Wawasan Ketiga: Transformasi Pemahaman Tentang Semesta Dunia Fisik

Visi Wawasan Ketiga: Transformasi Pemahaman Tentang Semesta Dunia Fisik

VISI WAWASAN KETIGA menggambarkan pemahaman baru atas dunia fisik, pemahaman yang sudah mengalami transformasi mengenai alam semesta. Ia mengatakan manusia akan belajar menyerap apa yang dulu merupakan energi yang tak terlihat, menganggap energi tersebut nyata. Wawasan Ketiga meramalkan bahwa manusia akan menemukan energi baru yang membentuk dasar semua benda dan dipancarkan dari semua benda itu, termasuk dirinya sendiri.

Namun untuk memahaminya lebih lanjut, sebelumnya kita mesti memahami Wawasan Kedua.

Baca juga: Kategori Wawasan Kedua

Setelah runtuhnya pandangan abad pertengahan tentang dunia, kita tiba-tiba menjadi sadar bahwa kita telah hidup di dalam sebuah alam semesta yang sama sekali tidak kita kenali. Dalam upaya memahami hakikat alam semesta ini, kita harus memisahkan fakta dari tahayul. Pada kenyataannya, sikap skeptisisme ilmiah para ilmuwan menuntut bukti kokoh untuk setiap pernyataan tentang bagaimana dunia bekerja. Sebelum kita mempercayai sesuatu, kita menginginkan bukti yang dapat dilihat dan dipegang dengan tangan. Setiap ide yang tidak dapat dibuktikan secara fisik, ditolak secara sistematis.

Sikap ini memberi pemahaman yang baik kepada kita sehubungan dengan gejala alam yang jelas terlihat, dengan objek-objek seperti batu, tubuh, dan pohon, objek yang dapat dipersepsikan oleh siapa pun tak peduli betapa skeptisnya mereka. Dengan cepat kita keluar dan menamai setiap bagian dari dunia fisik, sambil mencoba menemukan mengapa alam semesta beroperasi dengan cara seperti yang terjadi. Akhirnya kita menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam terjadi sesuai dengan hukum alam, bahwa masing-masing kejadian mempunyai penyebab jasmaniah yang langsung dan dapat dipahami. Gagasan yang ingin disampaikan ialah menciptakan suatu pemahaman atas alam semesta yang membuat dunia tampak aman dan bisa dikelola, dan sikap skeptis membuat kita tetap terfokus kepada problema konkrit yang akan membuat eksistensi kita tampak lebih aman.

Dengan sikap ini pula, ilmu secara sistematis menyingkirkan apa yang tidak pasti dan yang esoteris dari dunia. Para ilmuwan menyimpulkan, mengikuti gagasan Isaac Newton, bahwa alam semesta selalu beroperasi dengan cara yang dapat diramalkan, seperti sebuah mesin raksasa, sebab untuk jangka waktu lama cuma itu yang bisa dibuktikan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi secara bersamaan dengan peristiwa-peristiwa lain namun tidak mempunyai hubungan kausal, dikatakan terjadi hanya secara kebetulan.

Kemudian dua penemuan besar paling berpengaruh kembali membuka mata dunia tentang misteri alam semesta, yaitu penemuan mekanika kuantum dan penemuan relativitas Albert Einstein.

Seluruh karya hidup Einstein adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang kita persepsikan sebagai benda keras kebanyakan merupakan ruang kosong dengan suatu pola energi yang melintasinya. Ini mencakup diri kita.

Fisika kuantum menunjukkan bahwa bila kita mengamati pola-pola energi ini pada tingkat yang makin kecil, dapat dilihat akibat yang mengejutkan. Berbagai percobaan telah mengungkapkan bahwa bila kita memisahkan aspek-aspek kecil ini, yang disebut sebagai partikel elementer, dan kita coba mengamati bagaimana mereka beroperasi, kegiatan observasi itu sendiri mengubah hasilnya—seolah partikel-partikel elementer itu terpengaruh oleh apa yang diharapkan oleh orang yang melakukan eksperimen. Hal ini benar, bahkan meskipun partikel-partikel itu harus tampak di tempat-tempat mereka tak mungkin berada, mengingat adanya hukum-hukum alam semesta yang kita kenal : dua tempat pada saat yang sama, maju atau mundur dalam waktu yang sama, atau hal-hal lainnya yang semacam itu.

Dengan kata lain, bahan dasar alam semesta pada intinya tampak seperti semacam energi murni yang dapat dibentuk sesuai dengan maksud dan harapan manusia melalui suatu cara yang menantang model lama alam semesta yang mekanistik—seakan-akan harapan kita sendiri keluar ke dalam dunia dan mempengaruhi sistem-sistem energi lain.

18 Replies to “Visi Wawasan Ketiga: Transformasi Pemahaman Tentang Semesta Dunia Fisik”

  1. Greetings from Ohio! I’m bored at work so I decided to
    check out your website on my iphone during lunch break.

    I really like the info you provide here and can’t wait
    to take a look when I get home. I’m shocked
    at how fast your blog loaded on my mobile ..
    I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, excellent site!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *