Tag: makna yang lebih dalam dari sebuah pertemuan

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Seperti digambarkan sebelumnya bahwa manusialah yang meneruskan evolusi alam semesta menuju ke arah kompleksitas getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Hal ini ada hubungannya dengan berbagai peristiwa kebetulan yang dibicarakan dalam Wawasan Pertama, dan ini juga akan cocok dengan wawasan-wawasan lainnya.

Pikirkan tentang bagaimana wawasan-wawasan itu dibagi menjadi bagian-bagian berurutan.

Wawasan Pertama terjadi ketika kita menganggap serius peristiwa-peristiwa kebetulan. Kebetulan-kebetulan ini membuat kita merasa ada sesuatu yang lebih, sesuatu yang spiritual, yang bekerja di balik semua yang kita lakukan.

Wawasan Kedua membentuk kesadaran kita sebagai sesuatu yang nyata. Kita bisa melihat bahwa kita telah terobsesi dengan kelangsungan hidup dalam dunia materi, dengan fokus pada upaya mengendalikan situasi kita di alam semesta demi keamanan, dan kita tahu keterbukaan kita sekarang mewakili semacam kesadaran akan apa yang sebenarnya terjadi.

Wawasan Ketiga memulai suatu pandangan baru tentang hidup. Ia mendefinisikan alam semesta fisik sebagai alam semesta energi murni, energi yang entah bagaimana merespon jalan pikiran kita.

Wawasan Keempat memaparkan kecenderungan manusia untuk mencuri energi dari manusia lain dengan mengendalikan mereka, mengambil alih pikiran mereka, suatu kejahatan di mana kita terlibat karena kita begitu sering merasa terputus dan kehabisan energi.

Kekurangan energi ini dapat diatasi, tentu saja, ketika kita terhubungkan dengan sumber yang lebih tinggi. Alam semesta dapat menyediakan semua yang kita butuhkan hanya jika kita bisa membuka diri terhadapnya. Itulah visi yang digambarkan oleh Wawasan Kelima.

Makna Yang Lebih Dalam Dari Sebuah Pertemuan

Makna Yang Lebih Dalam Dari Sebuah Pertemuan

Makna Yang Lebih Dalam Dari Sebuah Pertemuan

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine seluruhnya terdiri atas sembilan wawasan. Setiap wawasan Manuskrip Celestine saling berkaitan dengan yang lainnya. Untuk bisa mengerti keseluruhan wawasan, kita harus memahaminya secara bertahap dari awal, Wawasan Pertama, satu per satu hingga wawasan yang terakhir. Ini dikarenakan wawasan awal menjadi fondasi untuk memahami wawasan-wawasan Manuskrip Celestine selanjutnya.

Nah, sisa dari wawasan-wawasan mewakili jawaban yang akhirnya datang kembali. Tapi mereka tidak hanya berasal dari ilmu pengetahuan kelembagaan. Jawaban yang dimaksud adalah yang berasal dari berbagai bidang penyelidikan. Temuan fisika, psikologi, mistisisme, dan agama, semua datang bersama-sama ke dalam sebuah sintesis yang baru berdasarkan persepsi dari peristiwa-peristiwa kebetulan. Kita kembali belajar tentang detail dari apa arti dari peristiwa-peristiwa kebetulan, bagaimana mereka bekerja, dan seperti yang kita lakukan, kita kembali membangun keseluruhan pandangan hidup yang baru, wawasan demi wawasan.

Namun kembali lagi, bahwa keseluruhan wawasan tidak bekerja untuk didengarkan seluruhnya sekaligus. Anda harus menemukan wawasan-wawasan tersebut masing-masing dengan cara yang berbeda. Anda mungkin memiliki informasi tentang masing-masing wawasan, walaupun Anda tidak memiliki atau bahkan belum pernah mempelajarinya sekalipun. Anda harus menemukan mereka dalam perjalanan hidup Anda sendiri.

Jika seseorang dapat terhubungkan dan membangun energi yang cukup, maka peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi secara konsisten. Bagaimana melakukan hal itu? Bagaimana menjadi terhubungkan adalah tidak hanya dengan satu wawasan, tetapi kesemuanya. Ingat dalam Wawasan Kedua ini di mana dijelaskan bagaimana para penjelajah akan dikirim keluar dari dunia menggunakan metode ilmiah untuk menemukan makna hidup manusia di planet ini? Tapi mereka tidak akan kembali segera, bukan?

Baca juga:

Kini apakah Anda memahami apa makna yang lebih dalam dari sebuah pertemuan? Hal tersebut tampak seperti seluruh perjalanan ini telah menjadi satu peristiwa kebetulan yang menyusul peristiwa kebetulan yang telah terjadi sebelumnya. Ini mulai terjadi segera setelah Anda menjadi waspada dan terhubungkan dengan energi. Tentang yang satu akan dijelaskan lebih lanjut dalam Wawasan Ketiga.

Manuskrip Celestine

Manuskrip Celestine

Manuskrip Celestine berasal dari sekitar 600 tahun SM, berisi ramalan tentang suatu transformasi massal di dalam masyarakat manusia. Di mana ada semacam kebangkitan dalam kesadaran, yang berlangsung secara perlahan. Tidak bersifat agamawi, melainkan secara spritual. Kita tengah menemukan sesuatu yang baru tentang kehidupan manusia di planet ini, tentang makna eksistensi kita. Pengetahuan ini akan mengubah hikayat manusia secara dramatis.

Baca juga: Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Manuskrip Celestine meramalkan, segera setelah kita mencapai massa yang kritis ini, seluruh budaya akan mulai memandang secara sungguh-sungguh peristiwa-peristiwa kebetulan ini. Kita akan bertanya-tanya, di dalam massa, proses gaib mana yang mendasari kehidupan manusia di planet ini. Dan pertanyaan inilah, manakala diajukan pada saat bersamaan oleh cukup banyak orang, yang akan memungkinkan wawasan-wawasan lain juga muncul di dalam kesadaran—sebab  menurut Manuskrip—bila terdapat cukup banyak individu yang secara sungguh-sungguh mempertanyakan apa yang terjadi di dalam hidup ini, wawasan-wawasan lain akan dibukakan satu demi satu. Bila kita menangkap makna wawasan-wawasan yang lain, kebudayaan akan bergeser.

Hal ini tentu saja terdengar terlalu canggih untuk manuskrip yang ditulis 600 tahun SM, terutama karena manuskrip itu ditulis dalam bahasa Aramaic yang digunakan pula dalam kebanyakan Perjanjian Lama.

Namun demikian, Manuskrip Celestine sesungguhnya tidak melemahkan prinsip gereja atau agama mana pun. Bila terdapat perbedaan, Manuskrip ini justru memperjelas secara tepat apa maksud kebenaran-kebenaran spritual ini karena Manuskrip ini memberikan pencerahan dan memberikan pengetahuan spritual—di samping iman yang kita miliki—tentang peran manusia yaitu untuk berpartisipasi di dalam kosmos serta menyampaikan kebenaran yang akan membebaskan Anda dari status quo, garis-garis otoritas dunia.

Manuskrip ini terbagi ke dalam segmen-segmen atau bab, masing-masing diperuntukkan bagi suatu wawasan khusus tentang hidup. Manuskrip itu meramalkan bahwa dalam suatu periode waktu ini, manusia akan mulai memahami wawasan ini secara berurutan, yang satu mengikuti yang lain, sementara kita bergerak dari tempat kita berada sekarang ini ke arah budaya yang sepenuhnya bersifat spritual di bumi.

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine ini harus diperoleh satu demi satu secara berurutan. Dan yakinlah bahwa masing-masing wawasan akan menghadirkan diri kepada Anda segera setelah Anda menyelesaikan wawasan sebelumnya.

Baca juga: Makna Yang Lebih Dalam Dari Sebuah Pertemuan

Intuisi Tentang Peristiwa-Peristiwa Kebetulan

Intuisi Tentang Peristiwa-Peristiwa Kebetulan

Walaupun agak sulit dan rumit untuk dijelaskan namun secara sederhana, Wawasan Pertama dirumuskan demikian: Wawasan Pertama terjadi bila kita sadar akan peristiwa-peristiwa kebetulan di dalam hidup kita”.

Pernahkah Anda punya firasat atau intuisi mengenai sesuatu yang ingin Anda lakukan? Arah yang ingin Anda tempuh dalam hidup? Dan terheran-heran bagaimana mungkin itu terjadi? Kemudian, setelah agak lupa tentangnya dan pikiran terpusat ke hal-hal lain, Anda tiba-tiba saja bertemu seseorang atau membaca sesuatu atau pergi ke tempat yang justru menuntun Anda ke arah kesempatan yang pernah Anda impikan?

Misalnya, Anda tengah memikirkan tentang seseorang. Seseorang itu kerap muncul di pikiran Anda walaupun Anda sudah atau sedang mengerjakan sesuatu—termasuk bila hendak mengenyahkan orang itu dari benak Anda—tetap saja orang selalu yang muncul. Kemudian tiba-tiba Anda mendapat tugas ke luar kota dari kantor tepat di kota di mana orang itu tinggal. Lalu Anda bertanya-tanya kenapa sepertinya sangat kebetulan sekali semua ini bisa terjadi? Setelah tiba di kota yang dimaksud, akhirnya Anda memutuskan untuk mencoba menelpon orang itu. Namun tidak disangka-sangka respon orang itu sangat di luar perkiraan karena rupanya orang itu pun berpikiran sama seperti Anda tentang Anda. Mungkinkah ini suatu kebetulan semata yang tanpa arti? Atau inilah yang dinamakan suatu peristiwa kebetulan yang bermakna?

Baca juga: Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Pertemuan yang terjadi secara kebetulan sering mempunyai arti yang lebih dalam. Ini bisa terjadi begitu kita bersiaga dan terhubung dengan energi. Dijelaskan dalam Manuskrip bahwa peristiwa-peristiwa kebetulan tersebut terjadi lebih kerap lagi dan, ketika terjadi, kita merasa hal itu melampaui apa yang bisa diharapkan oleh suatu kebetulan murni. Kebetulan-kebetulan itu serasa telah dibimbing oleh kekuatan yang tidak bisa dijelaskan. Pengalaman ini menumbuhkan perasaan akan misteri dan kegembiraan, dan sebagai akibatnya kita merasa lebih hidup. Inilah pengalaman yang telah kita cerap selintas dan bahwa kini kita mencoba mewujudkannya sepanjang waktu. Setiap hari bertambah banyak orang yang yakin bahwa gerakan misterius ini nyata dan mengandung arti dan bahwa di balik kehidupan sehari-hari berlangsung sesuatu yang lain. Kesadaran inilah WAWASAN PERTAMA.

Baca juga: Makna Yang Lebih Dalam Dari Sebuah Pertemuan

Pada Wawasan Ketiga nanti akan dijelaskan pula bahwa bila seseorang dapat terhubung dan membangun cukup energi, maka peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi secara konsisten sehingga seakan-akan alam semesta dapat dibentuk sesuai dengan maksud dan harapan kita (manusia).

Baca juga: Visi Wawasan Ketiga: Transformasi Pemahaman Tentang Semesta Dunia Fisik