Tag: konsep dinamika energi mengontrol dan mendominasi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Sudah diulas pada artikel sebelumnya, mengalami suatu pengalaman mistik memungkinkan kita untuk sesaat melihat besarnya energi yang bisa didapatkan seseorang (khusunya diri kita sendiri). Tapi keadaan ini seperti melompat mendahului orang lain dan sekilas melihat masa depan. Kita tidak bisa mempertahankan keadaan itu untuk waktu yang lama. Segera setelah kita mencoba untuk berbicara dengan seseorang yang pikirannya beroperasi dalam tingkat kesadaran normal, atau mencoba hidup di dunia di mana konflik masih terjadi, kita terlempar keluar dari keadaan futuristik ini dan jatuh kembali ke tingkat diri kita yang lama.

Masalah kita selanjutnya adalah untuk—secara perlahan—mendapatkan kembali apa yang sekilas kita lihat dalam pengalaman mistis itu, dan memulai kembali perkembangan menuju kesadaran tertinggi. Tetapi untuk melakukan ini, kita harus belajar untuk secara sadar mengisi diri sendiri dengan energi karena energi ini membawa peristiwa-peristiwa kebetulan, dan peristiwa-peristiwa kebetulan membantu kita mengaktualisasikan tingkat baru pada suatu basis yang permanen.

Pikirkan tentang hal ini : ketika sesuatu terjadi melampaui kesempatan untuk membawa kita maju dalam hidup kita, maka kita menjadi orang yang lebih teraktualisasikan. Kita merasa seolah-olah sedang mencapai apa, yang oleh bimbingan takdir, telah kita jadikan tujuan aktualisasi diri. Ketika ini terjadi, tingkat energi yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa kebetulan pertama-tama dibangun di dalam diri kita. Kita bisa tersingkir dari itu dan kehilangan energi ketika kita takut. Tetapi tingkat energi ini berfungsi sebagai batas terluar baru yang dapat diperoleh kembali dengan mudah. Kita telah menjadi pribadi baru. Kita hadir pada tingkat energi yang lebih tinggi, pada tingkat getaran yang lebih tinggi.

Dapatkah Anda melihat prosesnya sekarang?

Kita mengisi diri – tumbuh – mengisi diri – (dan) tumbuh lagi. Itu adalah cara bagaimana kita sebagai manusia melanjutkan evolusi alam semesta ke sebuah getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Evolusi ini telah berlangsung secara tidak sadar sepanjang sejarah manusia. Itu menjelaskan mengapa peradaban telah berkembang dan mengapa manusia telah tumbuh lebih besar, hidup lebih lama, dan sebagainya. Sekarang, kita sedang membuat seluruh proses itu terjadi secara sadar. Itulah yang Manuskrip beritahukan pada kita. Tentang itulah seluruh gerakan menuju kesadaran spiritual yang meliputi seluruh dunia ini.

Jadi apa yang harus kita lakukan adalah mengisi diri sendiri dengan energi, seperti yang telah Anda baca sebelumnya, dan peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi lebih konsisten. Tetapi itu tidak semudah yang Anda pikirkan. Sebelum kita dapat terhubungkan dengan energi pada basis yang permanen, masih ada satu rintangan lagi yang harus kita lewati. Wawasan berikutnya, Wawasan Keenam, berkaitan dengan masalah ini.

Tentang apakah itu?

Kita harus menghadapi cara khas kita mengendalikan orang lain. Ingat, Wawasan Keempat mengungkapkan bahwa manusia selalu merasa kekurangan energi dan telah berusaha untuk mengendalikan satu sama lain untuk mendapatkan energi yang mengalir di antara manusia. Lalu Wawasan Kelima menunjukkan bahwa ada sumber alternatif, tapi kita tidak bisa benar-benar tetap terhubungkan dengan sumber ini sampai kita berhasil mengatasi kebiasaan kita mengendalikan atau mengontrol orang lain dan berhenti melakukannya, karena setiap kali kita jatuh kembali ke kebiasaan ini, kita akan mendapatkan diri kita terputus dari sumber energi itu.

Menyingkirkan kebiasaan ini tidaklah mudah karena terjadi tanpa disadari pada awalnya. Kunci untuk mengatasi kebiasaan ini adalah membawanya sepenuhnya ke dalam kesadaran, dan kita melakukannya dengan melihat bahwa gaya khas kita mengendalikan orang lain adalah salah satu yang kita pelajari di masa kecil untuk mendapatkan perhatian, agar energi bergerak ke arah kita, dan kita kembali terjebak di sana. Gaya ini kita ulangi lagi dan lagi. Ini biasa disebut sebagai drama pengendalian bawah sadar kita.

Disebut drama karena berupa adegan akrab, seperti adegan di film, yang skenarionya kita tulis semasa remaja. Lalu kita mengulangi adegan ini berulang-ulang dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa menyadarinya. Semua yang kita tahu adalah bahwa jenis peristiwa yang sama terjadi pada kita berulang kali. Masalahnya adalah jika kita mengulangi satu adegan tertentu berulang-ulang, maka adegan-adegan lain dari film kehidupan nyata kita, petualangan kelas tinggi, yang ditandai oleh peristiwa kebetulan, tidak bisa bergerak maju. Kita menghentikan film bila kita mengulangi drama yang satu ini untuk memanipulasi demi energi.

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Seperti digambarkan sebelumnya bahwa manusialah yang meneruskan evolusi alam semesta menuju ke arah kompleksitas getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Hal ini ada hubungannya dengan berbagai peristiwa kebetulan yang dibicarakan dalam Wawasan Pertama, dan ini juga akan cocok dengan wawasan-wawasan lainnya.

Pikirkan tentang bagaimana wawasan-wawasan itu dibagi menjadi bagian-bagian berurutan.

Wawasan Pertama terjadi ketika kita menganggap serius peristiwa-peristiwa kebetulan. Kebetulan-kebetulan ini membuat kita merasa ada sesuatu yang lebih, sesuatu yang spiritual, yang bekerja di balik semua yang kita lakukan.

Wawasan Kedua membentuk kesadaran kita sebagai sesuatu yang nyata. Kita bisa melihat bahwa kita telah terobsesi dengan kelangsungan hidup dalam dunia materi, dengan fokus pada upaya mengendalikan situasi kita di alam semesta demi keamanan, dan kita tahu keterbukaan kita sekarang mewakili semacam kesadaran akan apa yang sebenarnya terjadi.

Wawasan Ketiga memulai suatu pandangan baru tentang hidup. Ia mendefinisikan alam semesta fisik sebagai alam semesta energi murni, energi yang entah bagaimana merespon jalan pikiran kita.

Wawasan Keempat memaparkan kecenderungan manusia untuk mencuri energi dari manusia lain dengan mengendalikan mereka, mengambil alih pikiran mereka, suatu kejahatan di mana kita terlibat karena kita begitu sering merasa terputus dan kehabisan energi.

Kekurangan energi ini dapat diatasi, tentu saja, ketika kita terhubungkan dengan sumber yang lebih tinggi. Alam semesta dapat menyediakan semua yang kita butuhkan hanya jika kita bisa membuka diri terhadapnya. Itulah visi yang digambarkan oleh Wawasan Kelima.

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman kita tentang wawasan yang paling terakhir lalu adalah bahwa manusia terjebak dalam semacam kompetisi perebutan energi. Ketika kita berhasil membujuk orang lain untuk menyetujui pandangan kita, mereka akan memihak kita, dan itu berarti menarik energi mereka ke dalam diri kita sehingga kita merasa kuat. Jadi masalahnya adalah bahwa setiap orang mencoba untuk mengontrol dan memanipulasi satu sama lain demi memperoleh energi, karena kita merasa kekurangan energi.

Tapi ada solusi untuk hal yang satu itu, yaitu suatu sumber energi lain. Hal itu tersirat di dalam Wawasan Keempat. Wawasan Kelima menggambarkan pemahaman baru tentang apa yang telah lama disebut kesadaran mistis.

Selama beberapa dekade terakhir abad kedua puluh, menurut Wawasan Kelima, kesadaran ini akan dipublikasikan sebagai cara yang sebenarnya ingin dicapai, yaitu dengan cara sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh banyak praktisi yang menjalani agama secara terbatas. Untuk kebanyakan orang, kesadaran ini akan tetap menjadi konsep intelektual yang hanya akan dibicarakan dan diperdebatkan. Tapi untuk manusia-manusia tertentu yang jumlahnya semakin banyak, kesadaran ini akan menjadi pengalaman nyata karena orang-orang ini akan mengalami kilatan-kilatan atau gambaran-gambaran sekilas tentang keadaan mental selama perjalanan hidup mereka.

Menurut manuskrip, pengalaman ini adalah kunci untuk mengakhiri konflik manusia di dunia, karena selama pengalaman ini berlangsung, kita menerima energi dari sumber lain—sumber yang akhirnya akan kita pelajari untuk kita manfaatkan sesuka hati.

Konsep Dinamika Energi Mengontrol Dan Mendominasi

Konsep Dinamika Energi Mengontrol Dan Mendominasi

Konsep Dinamika Energi Mengontrol Dan Mendominasi

Wawasan Ketiga adalah wawasan yang menakjubkan. Di mana dalam wawasan tersebut dijelaskan bahwa siapapun dapat benar-benar melihat medan-medan energi untuk kemudian diproyeksikan kepada tanaman dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Ini mempengaruhi potensi gizi mereka juga.

Tetapi wawasan utama sebenarnya dari Wawasan Ketiga lebih luas dari itu. Wawasan Ketiga mengatakan bahwa alam semesta secara keseluruhan terdiri dari energi ini dan kita bukan hanya dapat mempengaruhi tanaman tapi kita juga dapat mengontrol hal-hal lainnya hanya dengan energi yang kita miliki, termasuk mempengaruhi orang lain dengan energi kita dengan berusaha mengunggulinya bahkan sampai ke titik menghancurkan kepercayaan (diri) lawan bicara.

Baca juga:

Gerakan energi ini, jika kita amati secara sistematis, adalah cara untuk memahami apa yang manusia terima ketika saling bersaing dan berdebat atau bahkan ketika manusia saling menyakiti satu sama lain. Ketika kita mengendalikan manusia lain, kita menerima energi mereka. Kita mengisi diri kita dengan pengorbanan orang lain dan pemenuhan diri itulah yang memotivasi kita.

Kita manusia secara tidak sadar memiliki kecenderungan untuk mengontrol dan mendominasi orang lain. Kita ingin merebut energi yang ada pada orang lain. Energi itu, entah bagaimana, akan membangun kita, membuat kita merasa lebih baik.

Agar dapat mengontrol dan menang atas orang lain terkadang manipulasi atas perspektif lawan bicara pun dilakukan, misalnya dengan mengatakan bahwa si lawan bicara sedang dalam bahaya dan bahwa dia harus bergabung dengan kita karena kita dapat membantunya mengatasi bahaya atau masalah yang sedang menimpa dirinya, kemudian mengemukakan argumen-argumen yang menguatkan pernyataan kita pada si lawan bicara sehingga si lawan bicara tersebut menjadi benar-benar ketagihan. Hal ini menyebabkan energi si lawan bicara mengalir hampir seluruhnya ke dalam diri kita.

Jika Anda telah mengetahui bahwa diri Anda menang—meyakinkan lawan bicara Anda bahwa Anda benar—maka Anda akan melihat sesosok pecundang, energi mengalir kepada pemenang. Anda akan melihat lawan bicara Anda merasa terkuras, lemah, dan agak kalut pikirannya, sebagaimana contoh anak dan orang tua pada artikel sebelumnya.

Baca juga: Dinamika Energi Dalam Hubungan Orang Tua Dan Anak