Tag: interogator

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Proses menemukan identitas sejati rohani kita melibatkan tindakan meninjau seluruh hidup kita sebagai satu cerita atau sejarah panjang, mencoba mencari makna yang lebih tinggi. Mulailah dengan menanyakan pada diri sendiri pertanyaan ini: mengapa saya lahir keluarga khusus ini? Apa tujuan yang paling mungkin untuk itu?

Sebelumnya telah dicontohkan tentang seseorang yang memiliki ayah seorang interogator. Katakanlah bahwa orang itu adalah Anda sendiri. Apa yang ayah Anda ingin perjuangkan? Beliau benar-benar percaya bahwa hidup harus dinikmati, yaitu hidup dalam kejujuran, tetapi juga memanfaatkan apa yang hidup ini tawarkan. Beliau ingin menjalani hidup seutuhnya. Apakah beliau bisa melakukan ini? Untuk beberapa hal, YA, tapi entah bagaimana beliau tampaknya selalu memiliki nasib buruk justru ketika beliau mengira akan menikmati hidup pada tingkat paling tinggi. Apakah kita lantas mengira beliau kurang beruntung? Belum tentu. Karena bisa jadi beliau hanya belum menemukan kiat atau cara bagaimana untuk menjalankannya.

Bagaimana dengan ibu Anda? Apa yang direpresentasikan (diwakili) olehnya semasa hidup?

Hidupnya adalah gerejanya. Beliau memegang teguh prinsip-prinsip Kristen. Beliau percaya akan pelayanan masyarakat dan kepatuhan pada hukum-hukum Tuhan secara harafiah setidaknya sejauh yang gerejanya ajarkan. Apakah beliau bisa meyakinkan ayah Anda untuk melakukan hal yang sama? Tidak juga. Beliau ingin agar ayah Anda pergi ke gereja setiap minggu, dan terlibat dalam program-program kemasyarakatan. Tapi ternyata sang ayah tipe orang yang semangatnya bebas dari itu.

Jadi, pernahkah kita berpikir apakah semua itu mewaris kepada Anda?

Bukankah mereka berdua menginginkan kesetiaan Anda? Bukankah itu sebabnya mereka menjadi interogator, untuk memastikan Anda tidak berpihak pada nilai-nilai yang dianut oleh pihak lain? Bukankah beliau berdua ingin Anda berpikir bahwa cara merekalah yang terbaik?

Bagaimana menurut kita cara Anda menanggapi?

Bisa jadi Anda hanya mencoba untuk menghindari mengambil sikap. Mereka berdua memantau Anda untuk memastikan apakah Anda menunjukkan kualitas cukup baik sesuai pandangan khusus mereka. Dan karena tidak mampu menyenangkan keduanya, Anda menjadi penyendiri dan mengambil jarak.

Jadi apa arti yang ibu Anda tinggalkan untuk Anda?

Anda sedang mencari makna hidup ibu Anda bagi Anda, alasan Anda lahir bagi ibu Anda, dan apa yang Anda pelajari dari keberadaan Anda di dalam keluarga. Setiap manusia, entah sadar atau tidak, menggambarkan dengan kehidupan mereka bagaimana pola pikir mereka terhadap bagaimana manusia seharusnya hidup. Anda harus mencoba untuk menemukan apa yang ibu Anda ajarkan pada Anda dan, pada saat yang sama, bagaimana hidup ibu Anda bisa (telah) berjalan lebih baik. Apa yang akan Anda ubah tentang ibu Anda adalah bagian dari apa yang Anda sendiri sedang kerjakan.

Mengapa hal ini hanya dijelaskan sebagian saja? Bagaimana dengan ayah Anda? Pertanyaan ini adalah tugas Anda untuk mencari jawabannya. Karena bagian lainnya adalah bagaimana Anda akan memperbaiki hidup ayah Anda.

Kita bukan hanya ciptaan fisik dari orang tua kita, tapi juga ciptaan rohani. Kita dilahirkan bagi dua orang ini dan hidup mereka memiliki efek yang tidak dapat ditarik kembali pada siapa kita. Untuk menemukan diri sejati kita, kita harus bersikap dan berpikir dewasa bahwa “diri kita yang sebenarnya” dimulai dalam posisi di antara kebenaran-kebenaran mereka. Itulah mengapa kita lahir di sana: untuk mengambil perspektif lebih tinggi pada apa yang orang tua kita pertahankan. Jalan hidup kita adalah tentang menemukan suatu kebenaran yang merupakan sintesis yang lebih tinggi dari apa yang kedua orang ini percayai.

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Langkah pertama dalam proses mendapatkan kejelasan bagi diri kita adalah untuk membawa drama pengendalian tertentu kita ke kesadaran penuh. Kita tidak akan pernah bisa mengalami kemajuan sebelum melewati/mengatasi tahapan ini.

Langkah selanjutnya adalah bahwa kita harus kembali ke masa lalu kita, kembali ke kehidupan awal keluarga kita, dan melihat bagaimana kebiasaan ini terbentuk. Melihat permulaan terbentuknya cara kita mengendalikan dalam kesadaran. Ingat, sebagian besar anggota keluarga kita memainkan dramanya masing-masing, mencoba menarik energi dari kita sebagai anak-anak. Inilah mengapa kita pertama-tama harus membentuk drama pengendalian. Kita harus memiliki strategi untuk merebut energi kita kembali. Kita selalu mengembangkan drama khas kita dalam kaitannya dengan anggota keluarga kita. Namun, setelah kita mengenali dinamika energi dalam keluarga kita, kita dapat melewati strategi kontrol dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Setiap orang harus menafsirkan kembali pengalaman di dalam keluarganya dari sudut pandang evolusioner, dari sudut pandang spiritual, dan menemukan siapa sebetulnya dirinya. Setelah kita melakukan itu, drama pengendalian kita gugur dan kehidupan sejati kita lepas landas.

Jadi, bagaimana cara kita memulainya?

Pertama-tama dengan memahami bagaimana drama pengendalian kita terbentuk. Misalnya dengan memahami siapa ayah kita. Katakanlah beliau adalah orang baik yang suka bersenang-senang dan cakap tapi beliau terlalu kritis. Kita tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar di matanya. Bagaimana beliau mengkritik kita? Beliau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kemudian menemukan kesalahan dalam semua jawaban. Dan apa yang terjadi dengan energi kita? Kita merasa terkuras sehingga kita mencoba untuk menjaga diri dari mengatakan apapun kepadanya.

Berarti kita tidak tegas dan menjaga jarak, mencoba untuk mengatakan apa saja dengan cara yang mungkin akan mendapatkan perhatiannya, tapi tidak cukup menyatakan untuk memberikan dia sesuatu untuk dikritik. Dia adalah interogator dan kita mengelak untuk mendekatinya dengan sikap menyendiri (dingin) kita.

Kemudian Anda mengenali bahwa ternyata ibu Anda juga telah melakukan hal yang sama kepada Anda seperti ayah Anda dahulu, yaitu berperan sebagai seorang interogator. Jadi Anda telah mendapatkan dosis ganda. Maka tak heran bila ternyata Anda sekarang cenderung memilih drama menyendiri.

Namun walaupun demikian, setidaknya mereka tidak mengintimidasi Anda. Paling tidak Anda tidak pernah khawatir akan keselamatan Anda, bukan? Karena bila ini sampai terjadi, Anda akan menjadi terjebak dalam drama kasihanilah aku (poor me).

Seseorang akan menempuh apa pun yang secara ekstrim diperlukan untuk mendapatkan energi—perhatian dalam keluarganya. Dan setelah itu, strategi ini menjadi cara dominannya mengendalikan untuk mendapatkan energi dari semua orang, drama yang terus-menerus diulanginya. Hal mengenai drama yang diulang-ulang ini dan secara terus-menerus dilakukan tanpa sadar—tanpa mampu bangkit dari “tidur panjang”—akan menyebabkan “neraka” pada diri pelakunya sendiri. Ini akan diulas pada Wawasan Kesepuluh.

Demikianlah persisnya cara drama-drama pengendalian mengabadikan diri. Tapi ingat, ada kecenderungan melihat drama-drama ini pada diri orang lain dan mengira bahwa kita sendiri bebas dari drama-drama pengendalian tersebut. Kita harus melampaui ilusi ini sebelum kita bisa melangkah maju. Hampir semua orang cenderung terjebak, setidaknya untuk sementara waktu, dalam sebuah drama dan kita harus melangkah mundur dan melihat diri kita sendiri cukup lama untuk menemukan drama apa itu.

Segera setelah kita menemukan jenis drama kita, kita benar-benar bebas untuk menjadi lebih daripada peran bawah sadar yang kita mainkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kita dapat menemukan makna yang lebih tinggi untuk hidup kita, alasan spiritual kita dilahirkan pada keluarga kita. Kita bisa mulai memperoleh kejelasan tentang siapa kita sebenarnya.

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Interogator Dan Intimidator

Interogator adalah sebuah jenis drama lainnya. Jika agresivitas seseorang kurang kentara tetapi ia berusaha menemukan kesalahan dan perlahan menggerogoti dunia Anda untuk mendapatkan energi Anda, maka, seperti yang akan kita temui pada tokoh ayah dalam kasus di postingan selanjutnya, orang ini seorang interogator. Orang-orang menggunakan sarana ini untuk mendapatkan energi, membangun sebuah drama berisi pertanyaan-pertanyaan dan menyelidiki dunia orang lain dengan tujuan khusus untuk menemukan sesuatu yang salah. Setelah mereka menemukan itu, mereka mengkritik aspek ini. Jika strategi ini berhasil maka orang yang dikritik ditarik ke dalam drama tersebut. Mereka tiba-tiba menemukan diri mereka menjadi sadar diri dan memperhatikan apa yang dilakukan dan dipikirkan sang interogator, agar tidak melakukan sesuatu yang salah yang akan dilihat oleh sang interogator. Rasa hormat psikis ini memberi si interogator energi yang diinginkannya.

Pikirkan saat Anda telah berada di sekitar seseorang seperti ini. Ketika Anda terjebak dalam drama, tidakkah Anda cenderung untuk bertindak dengan cara tertentu sehingga orang tersebut tidak mengkritik Anda? Dia menarik Anda keluar dari jalan Anda sendiri dan menguras energi Anda karena Anda menilai diri sendiri sesuai dengan apa yang cara dia berpikir.

Manuskrip menjelaskan klasifikasi-klasifikasi tentang drama pengendalian ini. Demi energi setiap orang memanipulasi baik secara agresif, langsung memaksa orang untuk memperhatikan mereka, atau secara pasif, memainkan simpati atau rasa ingin tahu orang lain untuk mendapatkan perhatian. Misalnya, jika seseorang mengancam Anda, baik secara verbal ataupun fisik, karena takut terjadi sesuatu yang buruk bagi Anda, maka Anda terpaksa untuk memperhatikannya dan memberinya energi. Orang yang mengancam Anda akan menarik Anda ke dalam jenis drama paling agresif, apa yang oleh Wawasan Keenam ini dikenal sebagai intimidator.

Bagaimana tipe interogator berkembang?

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda seorang anak dan anggota keluarga Anda entah tidak ada di rumah atau mengabaikan Anda karena mereka sibuk dengan karir mereka atau dengan sesuatu lain?

Memainkan drama menyendiri tidak akan mendapatkan perhatian mereka; mereka takkan melihatnya. Tidakkah Anda harus memainkan peran memeriksa dan mencongkel sampai akhirnya menemukan sesuatu yang salah pada orang-orang tipe menyendiri ini guna memaksa mereka memberikan perhatian dan energi? Inilah yang seorang interogator lakukan. Orang-orang yang bersikap sok dingin (menyendiri) menciptakan para interogator, dan sebaliknya, para interogator menciptakan orang-orang tipe penyendiri. Sedangkan para intimidator menciptakan orang-orang bertipe kasihanilah aku atau (jika ini gagal) intimidator-intimidator lain.

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Drama setiap orang dapat diperiksa mengikuti spektrum dari agresif ke pasif. Urut-urutan drama ini adalah sebagai berikut :

  1. intimidator,
  2. interogator,
  3. suka menyendiri (sikap dingin), dan
  4. kasihanilah aku (diriku malang).

Beberapa orang terkadang menggunakan lebih dari satu drama pengendalian dalam keadaan yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita memiliki satu drama pengendalian dominan yang cenderung kita ulangi, tergantung mana yang bekerja dengan baik pada anggota keluarga kita dahulu.

Jenis-jenis drama pengendalian ini harus kita kenali agar kita bisa mengenali diri kita dan mendapatkan kejelasan tentang diri kita yang sesungguhnya, karena tidak ada sedikit pun kemajuan yang bisa kita harapkan sampai kita benar-benar melihat diri kita sendiri dan menemukan apa yang kita lakukan untuk memanipulasi demi energi.