Tag: drama pengendalian

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Sekarang ini kita sampai pada titik di mana kita secara sadar mencoba untuk membangun energi dan membereskan drama pengendalian kita.

Orang-orang tertentu dapat mengetahui jenis drama pengendalian orang lain (kita). Mereka telah melatih dan mengembangkan naluri mereka untuk itu. Mereka mempunyai tugas membantu kita mengendalikan drama pengendalian kita untuk kemudian membantu kita menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Bagaimana orang-orang ini membantu kita?

Hanya ada satu cara. Kita dibantu kembali ke masa lalu, ke pengalaman keluarga, ke masa dan tempat ketika kita sebagai seorang anak, dan meninjau kembali apa yang pernah terjadi. Segera setelah kita menyadari drama pengendalian kita, maka kita dapat fokus pada kebenaran yang lebih tinggi pada keluarga kita, ibarat prospek yang menjanjikan, jauh dari konflik perebutan energi. Setelah kita menemukannya, kebenaran ini bisa mengisi kehidupan kita dengan energi, karena kebenaran ini memberitahu kita siapa kita sebenarnya, jalan mana yang kita tempuh, dan apa yang akan kita lakukan.

Dalam menemukan kebenaran (tersebut), Anda akan dibimbing oleh intuisi Anda. Anda akan dibimbing kepada orang-orang yang tepat untuk diajak berbicara. Anda akan mengerti tentang hal ini setelah Anda mendapatkan kejelasan tentang siapa diri Anda dan memahami Wawasan Ketujuh. Anda tidak akan pernah bingung dan panik lagi, karena bila Anda telah memahami wawasan tersebut Anda bisa tetap begitu tenang dalam menghadapi segala situasi.

Bagaimana cara kerjanya?

Jangan campur adukkan ketenangan dengan kecerobohan. Air muka damai adalah ukuran seberapa baik kita terhubungkan dengan energi. Kita bertahan dalam keterhubungan karena itu adalah hal terbaik untuk kita lakukan, tanpa memandang keadaan sekeliling.

Memang tidak mudah berlaku demikian karena masih banyak dari kita mengalami kesulitan untuk tetap terhubung dengan energi. Namun demikian percayalah, bertahan dalam keterhubungan akan lebih mudah bagi Anda segera setelah Anda sudah tahu benar siapa diri Anda. Setelah Anda sudah memahami drama pengendalian orang tua Anda, kini Anda harus melihat ke masa lalu bagaimana persaingan energi yang ada dalam keluarga Anda dan mencari alasan sebenarnya kenapa Anda ada di sana.

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Langkah pertama dalam proses mendapatkan kejelasan bagi diri kita adalah untuk membawa drama pengendalian tertentu kita ke kesadaran penuh. Kita tidak akan pernah bisa mengalami kemajuan sebelum melewati/mengatasi tahapan ini.

Langkah selanjutnya adalah bahwa kita harus kembali ke masa lalu kita, kembali ke kehidupan awal keluarga kita, dan melihat bagaimana kebiasaan ini terbentuk. Melihat permulaan terbentuknya cara kita mengendalikan dalam kesadaran. Ingat, sebagian besar anggota keluarga kita memainkan dramanya masing-masing, mencoba menarik energi dari kita sebagai anak-anak. Inilah mengapa kita pertama-tama harus membentuk drama pengendalian. Kita harus memiliki strategi untuk merebut energi kita kembali. Kita selalu mengembangkan drama khas kita dalam kaitannya dengan anggota keluarga kita. Namun, setelah kita mengenali dinamika energi dalam keluarga kita, kita dapat melewati strategi kontrol dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Setiap orang harus menafsirkan kembali pengalaman di dalam keluarganya dari sudut pandang evolusioner, dari sudut pandang spiritual, dan menemukan siapa sebetulnya dirinya. Setelah kita melakukan itu, drama pengendalian kita gugur dan kehidupan sejati kita lepas landas.

Jadi, bagaimana cara kita memulainya?

Pertama-tama dengan memahami bagaimana drama pengendalian kita terbentuk. Misalnya dengan memahami siapa ayah kita. Katakanlah beliau adalah orang baik yang suka bersenang-senang dan cakap tapi beliau terlalu kritis. Kita tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar di matanya. Bagaimana beliau mengkritik kita? Beliau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kemudian menemukan kesalahan dalam semua jawaban. Dan apa yang terjadi dengan energi kita? Kita merasa terkuras sehingga kita mencoba untuk menjaga diri dari mengatakan apapun kepadanya.

Berarti kita tidak tegas dan menjaga jarak, mencoba untuk mengatakan apa saja dengan cara yang mungkin akan mendapatkan perhatiannya, tapi tidak cukup menyatakan untuk memberikan dia sesuatu untuk dikritik. Dia adalah interogator dan kita mengelak untuk mendekatinya dengan sikap menyendiri (dingin) kita.

Kemudian Anda mengenali bahwa ternyata ibu Anda juga telah melakukan hal yang sama kepada Anda seperti ayah Anda dahulu, yaitu berperan sebagai seorang interogator. Jadi Anda telah mendapatkan dosis ganda. Maka tak heran bila ternyata Anda sekarang cenderung memilih drama menyendiri.

Namun walaupun demikian, setidaknya mereka tidak mengintimidasi Anda. Paling tidak Anda tidak pernah khawatir akan keselamatan Anda, bukan? Karena bila ini sampai terjadi, Anda akan menjadi terjebak dalam drama kasihanilah aku (poor me).

Seseorang akan menempuh apa pun yang secara ekstrim diperlukan untuk mendapatkan energi—perhatian dalam keluarganya. Dan setelah itu, strategi ini menjadi cara dominannya mengendalikan untuk mendapatkan energi dari semua orang, drama yang terus-menerus diulanginya. Hal mengenai drama yang diulang-ulang ini dan secara terus-menerus dilakukan tanpa sadar—tanpa mampu bangkit dari “tidur panjang”—akan menyebabkan “neraka” pada diri pelakunya sendiri. Ini akan diulas pada Wawasan Kesepuluh.

Demikianlah persisnya cara drama-drama pengendalian mengabadikan diri. Tapi ingat, ada kecenderungan melihat drama-drama ini pada diri orang lain dan mengira bahwa kita sendiri bebas dari drama-drama pengendalian tersebut. Kita harus melampaui ilusi ini sebelum kita bisa melangkah maju. Hampir semua orang cenderung terjebak, setidaknya untuk sementara waktu, dalam sebuah drama dan kita harus melangkah mundur dan melihat diri kita sendiri cukup lama untuk menemukan drama apa itu.

Segera setelah kita menemukan jenis drama kita, kita benar-benar bebas untuk menjadi lebih daripada peran bawah sadar yang kita mainkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kita dapat menemukan makna yang lebih tinggi untuk hidup kita, alasan spiritual kita dilahirkan pada keluarga kita. Kita bisa mulai memperoleh kejelasan tentang siapa kita sebenarnya.

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Interogator Dan Intimidator

Interogator adalah sebuah jenis drama lainnya. Jika agresivitas seseorang kurang kentara tetapi ia berusaha menemukan kesalahan dan perlahan menggerogoti dunia Anda untuk mendapatkan energi Anda, maka, seperti yang akan kita temui pada tokoh ayah dalam kasus di postingan selanjutnya, orang ini seorang interogator. Orang-orang menggunakan sarana ini untuk mendapatkan energi, membangun sebuah drama berisi pertanyaan-pertanyaan dan menyelidiki dunia orang lain dengan tujuan khusus untuk menemukan sesuatu yang salah. Setelah mereka menemukan itu, mereka mengkritik aspek ini. Jika strategi ini berhasil maka orang yang dikritik ditarik ke dalam drama tersebut. Mereka tiba-tiba menemukan diri mereka menjadi sadar diri dan memperhatikan apa yang dilakukan dan dipikirkan sang interogator, agar tidak melakukan sesuatu yang salah yang akan dilihat oleh sang interogator. Rasa hormat psikis ini memberi si interogator energi yang diinginkannya.

Pikirkan saat Anda telah berada di sekitar seseorang seperti ini. Ketika Anda terjebak dalam drama, tidakkah Anda cenderung untuk bertindak dengan cara tertentu sehingga orang tersebut tidak mengkritik Anda? Dia menarik Anda keluar dari jalan Anda sendiri dan menguras energi Anda karena Anda menilai diri sendiri sesuai dengan apa yang cara dia berpikir.

Manuskrip menjelaskan klasifikasi-klasifikasi tentang drama pengendalian ini. Demi energi setiap orang memanipulasi baik secara agresif, langsung memaksa orang untuk memperhatikan mereka, atau secara pasif, memainkan simpati atau rasa ingin tahu orang lain untuk mendapatkan perhatian. Misalnya, jika seseorang mengancam Anda, baik secara verbal ataupun fisik, karena takut terjadi sesuatu yang buruk bagi Anda, maka Anda terpaksa untuk memperhatikannya dan memberinya energi. Orang yang mengancam Anda akan menarik Anda ke dalam jenis drama paling agresif, apa yang oleh Wawasan Keenam ini dikenal sebagai intimidator.

Bagaimana tipe interogator berkembang?

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda seorang anak dan anggota keluarga Anda entah tidak ada di rumah atau mengabaikan Anda karena mereka sibuk dengan karir mereka atau dengan sesuatu lain?

Memainkan drama menyendiri tidak akan mendapatkan perhatian mereka; mereka takkan melihatnya. Tidakkah Anda harus memainkan peran memeriksa dan mencongkel sampai akhirnya menemukan sesuatu yang salah pada orang-orang tipe menyendiri ini guna memaksa mereka memberikan perhatian dan energi? Inilah yang seorang interogator lakukan. Orang-orang yang bersikap sok dingin (menyendiri) menciptakan para interogator, dan sebaliknya, para interogator menciptakan orang-orang tipe penyendiri. Sedangkan para intimidator menciptakan orang-orang bertipe kasihanilah aku atau (jika ini gagal) intimidator-intimidator lain.

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Satu contoh sempurna tentang campur tangan drama pengendalian adalah ketika Anda begitu dingin atau menyendiri (mengambil jarak) sehingga tidak memungkinkan peristiwa kebetulan terjadi. Setiap orang pasti pernah memainkan sebuah drama pengendalian. Tidak mesti sama dengan yang (pernah/sedang) kita mainkan, tapi mungkin dari jenis yang lain. Namun demikian setidaknya sekarang Anda harus memahami bagaimana drama pengendalian Anda bekerja.

Cara Anda mengendalikan orang lain dan situasi untuk mendapatkan energi adalah dengan menciptakan drama ini dalam angan-angan Anda, yang menjadi tempat Anda menarik diri, terlihat misterius dan rahasia. Anda mengatakan kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bersikap hati-hati, tetapi apa yang Anda lakukan sebenarnya adalah berharap agar seseorang akan ditarik ke dalam drama ini dan akan mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Anda. Ketika seseorang melakukannya, Anda tetap samar-samar, memaksa mereka untuk berjuang, menggali, dan mencoba untuk memahami perasaan Anda yang sebenarnya.

Ketika melakukan itu, mereka memberikan Anda perhatian penuh mereka dan mengirimkan energi mereka kepada Anda. Semakin lama Anda dapat membuat mereka tertarik dan bingung, semakin banyak energi yang Anda terima. Sayangnya, ketika Anda memainkan drama menyendiri (bersikap dingin), hidup Anda cenderung berkembang sangat lambat karena Anda kembali mengulangi adegan yang sama ini berulang-lagi. Jika Anda terbuka pada orang lain, film hidup Anda pasti akan sudah tinggal landas ke arah yang baru dan lebih bermakna.

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Drama setiap orang dapat diperiksa mengikuti spektrum dari agresif ke pasif. Urut-urutan drama ini adalah sebagai berikut :

  1. intimidator,
  2. interogator,
  3. suka menyendiri (sikap dingin), dan
  4. kasihanilah aku (diriku malang).

Beberapa orang terkadang menggunakan lebih dari satu drama pengendalian dalam keadaan yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita memiliki satu drama pengendalian dominan yang cenderung kita ulangi, tergantung mana yang bekerja dengan baik pada anggota keluarga kita dahulu.

Jenis-jenis drama pengendalian ini harus kita kenali agar kita bisa mengenali diri kita dan mendapatkan kejelasan tentang diri kita yang sesungguhnya, karena tidak ada sedikit pun kemajuan yang bisa kita harapkan sampai kita benar-benar melihat diri kita sendiri dan menemukan apa yang kita lakukan untuk memanipulasi demi energi.

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Sudah diulas pada artikel sebelumnya, mengalami suatu pengalaman mistik memungkinkan kita untuk sesaat melihat besarnya energi yang bisa didapatkan seseorang (khusunya diri kita sendiri). Tapi keadaan ini seperti melompat mendahului orang lain dan sekilas melihat masa depan. Kita tidak bisa mempertahankan keadaan itu untuk waktu yang lama. Segera setelah kita mencoba untuk berbicara dengan seseorang yang pikirannya beroperasi dalam tingkat kesadaran normal, atau mencoba hidup di dunia di mana konflik masih terjadi, kita terlempar keluar dari keadaan futuristik ini dan jatuh kembali ke tingkat diri kita yang lama.

Masalah kita selanjutnya adalah untuk—secara perlahan—mendapatkan kembali apa yang sekilas kita lihat dalam pengalaman mistis itu, dan memulai kembali perkembangan menuju kesadaran tertinggi. Tetapi untuk melakukan ini, kita harus belajar untuk secara sadar mengisi diri sendiri dengan energi karena energi ini membawa peristiwa-peristiwa kebetulan, dan peristiwa-peristiwa kebetulan membantu kita mengaktualisasikan tingkat baru pada suatu basis yang permanen.

Pikirkan tentang hal ini : ketika sesuatu terjadi melampaui kesempatan untuk membawa kita maju dalam hidup kita, maka kita menjadi orang yang lebih teraktualisasikan. Kita merasa seolah-olah sedang mencapai apa, yang oleh bimbingan takdir, telah kita jadikan tujuan aktualisasi diri. Ketika ini terjadi, tingkat energi yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa kebetulan pertama-tama dibangun di dalam diri kita. Kita bisa tersingkir dari itu dan kehilangan energi ketika kita takut. Tetapi tingkat energi ini berfungsi sebagai batas terluar baru yang dapat diperoleh kembali dengan mudah. Kita telah menjadi pribadi baru. Kita hadir pada tingkat energi yang lebih tinggi, pada tingkat getaran yang lebih tinggi.

Dapatkah Anda melihat prosesnya sekarang?

Kita mengisi diri – tumbuh – mengisi diri – (dan) tumbuh lagi. Itu adalah cara bagaimana kita sebagai manusia melanjutkan evolusi alam semesta ke sebuah getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Evolusi ini telah berlangsung secara tidak sadar sepanjang sejarah manusia. Itu menjelaskan mengapa peradaban telah berkembang dan mengapa manusia telah tumbuh lebih besar, hidup lebih lama, dan sebagainya. Sekarang, kita sedang membuat seluruh proses itu terjadi secara sadar. Itulah yang Manuskrip beritahukan pada kita. Tentang itulah seluruh gerakan menuju kesadaran spiritual yang meliputi seluruh dunia ini.

Jadi apa yang harus kita lakukan adalah mengisi diri sendiri dengan energi, seperti yang telah Anda baca sebelumnya, dan peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi lebih konsisten. Tetapi itu tidak semudah yang Anda pikirkan. Sebelum kita dapat terhubungkan dengan energi pada basis yang permanen, masih ada satu rintangan lagi yang harus kita lewati. Wawasan berikutnya, Wawasan Keenam, berkaitan dengan masalah ini.

Tentang apakah itu?

Kita harus menghadapi cara khas kita mengendalikan orang lain. Ingat, Wawasan Keempat mengungkapkan bahwa manusia selalu merasa kekurangan energi dan telah berusaha untuk mengendalikan satu sama lain untuk mendapatkan energi yang mengalir di antara manusia. Lalu Wawasan Kelima menunjukkan bahwa ada sumber alternatif, tapi kita tidak bisa benar-benar tetap terhubungkan dengan sumber ini sampai kita berhasil mengatasi kebiasaan kita mengendalikan atau mengontrol orang lain dan berhenti melakukannya, karena setiap kali kita jatuh kembali ke kebiasaan ini, kita akan mendapatkan diri kita terputus dari sumber energi itu.

Menyingkirkan kebiasaan ini tidaklah mudah karena terjadi tanpa disadari pada awalnya. Kunci untuk mengatasi kebiasaan ini adalah membawanya sepenuhnya ke dalam kesadaran, dan kita melakukannya dengan melihat bahwa gaya khas kita mengendalikan orang lain adalah salah satu yang kita pelajari di masa kecil untuk mendapatkan perhatian, agar energi bergerak ke arah kita, dan kita kembali terjebak di sana. Gaya ini kita ulangi lagi dan lagi. Ini biasa disebut sebagai drama pengendalian bawah sadar kita.

Disebut drama karena berupa adegan akrab, seperti adegan di film, yang skenarionya kita tulis semasa remaja. Lalu kita mengulangi adegan ini berulang-ulang dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa menyadarinya. Semua yang kita tahu adalah bahwa jenis peristiwa yang sama terjadi pada kita berulang kali. Masalahnya adalah jika kita mengulangi satu adegan tertentu berulang-ulang, maka adegan-adegan lain dari film kehidupan nyata kita, petualangan kelas tinggi, yang ditandai oleh peristiwa kebetulan, tidak bisa bergerak maju. Kita menghentikan film bila kita mengulangi drama yang satu ini untuk memanipulasi demi energi.

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy, yang mana semua karakter menyebutnya dengan “Manuskrip” tidak pernah dikutip secara langsung – yang merupakan hal yang baik, mengingat ditulis dalam bahasa Aram – sehingga tidak ada pernyataan resmi dari sembilan wawasan. Orang-orang yang telah membaca Manuskrip bicara tentang wawasan-wawasan, tetapi tidak pernah memberikan pernyataan secara langsung. Satu meta-wawasan adalah bahwa individu yang berbeda tertarik pada wawasan tertentu. Satu pemahaman mungkin muncul “khusus”. Jika demikian, individu tersebut mungkin datang untuk melayani perkembangan kesadaran manusia dengan mengajar atau memfasilitasi asimilasi wawasan orang-orang yang lainnya.

1. Peristiwa-peristiwa Kebetulan yang Bermakna.

Wawasan Pertama Celestine Prophecy memaparkan bahwa kita berada pada titik dalam sejarah perkembangan kesadaran manusia di mana pembangunan akan berkembang cepat. Bukti utama untuk ini adalah peningkatan jumlah peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermakna. Orang-orang memperhatikan dalam kehidupan mereka.

Komentar :

Saya melihat ide Carl Jung tentang sinkronisitas dalam kebetulan-kebetulan yang bermakna. Adapun peningkatan jumlah, juga, jumlah peristiwa dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih besar daripada generasi sebelumnya. Saya setuju bahwa kita telah mencapai titik di mana laju pembangunan semakin meningkat, tapi saya melihat ini adalah berkaitan dengan peningkatan ketersediaan informasi.

Hal ini juga berkontribusi terhadap popularitas buku yang bersangkutan. Dalam setiap zaman, telah ada keinginan untuk mendengar bahwa peristiwa besar akan datang lewat sekarang.

Pertimbangkan apa yang kebetulan adalah: hubungan yang menurut pandangan dunia dipandang sebagai tidak berarti. Jika Anda akan mengklaim bahwa pandangan dunia kita saat ini entah bagaimana tidak lengkap, maka tempat yang jelas untuk mencari bukti pendukung adalah menemukan makna dalam hubungan ini.

Beberapa kebetulan dalam buku ini lebih baik digambarkan sebagai komunikasi dari bawah sadar. Sejak Freud, para psikolog telah mengakui bahwa pikiran-pikiran liar, lamunan, dan kenangan adalah tidak benar-benar acak.

2. Perspektif Sejarah.

Dalam Wawasan Kedua Celestine Prophecy dipaparkan bahwa pada titik ini dalam sejarah manusia dapat dipahami dengan sangat baik oleh Revisioning milenium terakhir. Pada bagian awal milenium, kesadaran manusia didominasi oleh keyakinan yang diumumkan oleh Gereja Katolik: salah satu tempat yang layak dalam masyarakat, umat manusia di pusat alam semesta, dan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Keyakinan ini memberi arti bagi kehidupan. Dominasi ini ditantang selama Era Renaissance dan Reformasi. Pada saat itu, umat manusia membentuk sebuah proyek besar untuk mengeksplorasi dunia, dengan menggunakan perangkat ilmu pengetahuan, dengan harapan mendapatkan jawaban baru tentang makna kehidupan. Sambil menunggu jawabannya datang, perhatian beralih ke kenyamanan materi meningkat. Proyek yang sekarang di akhir – kenyamanan materi telah tercapai, tapi kita telah kehilangan kontak dengan sumber-sumber makna. Selain itu, jawaban yang kita inginkan sekarang muncul – tidak selalu dari ilmu pengetahuan kelembagaan, tetapi dari berbagai sumber.

Komentar :

Redfield mencampuradukkan kesadaran manusia dengan kesadaran Barat sini. Dia mengabaikan popularitas gagasan Timur di Barat selama dua abad terakhir.

Dia agak terlalu cepat menyatakan bahwa pertempuran untuk kenyamanan materi selesai. Namun, Redfield benar bahwa orang-orang di kelas terdidik kita stres sendiri atas isu-isu material yang semakin berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka. Bahwa kita telah kehilangan kontak dengan sumber-sumber makna pada dasarnya sama seperti apa yang Moore katakan tentang Perawatan Jiwa.

3. Energi Halus.

Celestine Prophecy, dalam Wawasan Ketiga, menyebutkan bahwa ada sebuah energi, yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh ilmu pengetahuan, yang membentuk dasar dari segala sesuatu. Persepsi manusia akan energi yang dimulai dengan peningkatan kesadaran terhadap keindahan: orang, binatang, tanaman, ekosistem yang memiliki tingkat energi yang tinggi yang muncul sangat indah. Dengan menjadi sadar akan energi itu, kita menjadi mampu melihat kapan dan bagaimana kita memberi dan menerima energi.

Komentar :

Fokus pada kecantikan dan keajaiban lagi mengingatkan kita akan Moore. Gagasan bahwa ada energi halus untuk dilihat – aura, misalnya – adalah ide yang sangat tua di Timur. Para Theosofis membawanya ke Barat di abad ke-19, dan Anda dapat melihatnya dibahas dalam literatur populer masa itu – cerita pendek Kipling “Mereka”, misalnya. Ini telah membuat muncul kembali dalam beberapa dekade terakhir – bandingkan Don Juan yang mengajar Carlos “melihat” dalam Perjalanan ke Ixtlan. Aku sendiri belum pernah melihat energi halus, tetapi kenyataan bahwa gagasan menolak untuk mati harus membuat orang bertanya-tanya.

4. Perebutan Energi.

Asumsi paling dasar yang mendasari interaksi yang paling manusia yang dijelaskan dalam Wawasan Keempat Celestine Prophecy: kita harus bersaing untuk energi ini, menariknya dari orang lain dan melindungi diri sendiri dari upaya orang lain untuk menarik dari kami. Hal ini menyebabkan beberapa interaksi kotor.

Komentar :

Tidak ada yang meragukan bahwa kita terus saling bersaing untuk perhatian, penghormatan, prestise, dll, atau bahwa hasrat untuk mendapatkan barang-barang psikologis dengan mengorbankan orang lain adalah sumber dari banyak gesekan sosial di dunia. Satu-satunya aspek yang tidak lazim dari wawasan ini adalah klaim bahwa barang-barang adalah bentuk sebenarnya berbeda dari energi yang terlihat. Sekali lagi, para Theosofis akan diakui semua ide-ide, dan vampir energi telah menjadi topik yang baik dibahas di kalangan okultisme selama beberapa dekade. Lihat, misalnya, Dion Fortune Bela Diri Psikis.

5. Kelimpahan energi.

Dalam Wawasan Kelima Celestine Prophecy dikisahkan bahwa pada kenyataannya, persaingan tidaklah diperlukan karena energi halus ada dalam kelimpahan. Secara khusus, kita bisa mendapatkan lebih dengan makan tanaman yang memiliki tingkat energi yang tinggi. (Dan kita dapat memastikan bahwa tanaman memiliki tingkat energi yang tinggi dengan membayar perhatian kepada mereka, dengan memberi mereka energi.) Berada di sebuah negara yang penuh kasih tidak hanya menghubungkan energi kita kepada objek cinta kita, tetapi kepada sumber energi yang lebih besar. Ini adalah esensi dari pengalaman mistik. Tujuan dari praktik mistik – dan praktek pelajaran dari Celestine Prophecy – adalah untuk mendapatkan dan tetap terhubung dengan energi. Selain itu, energi seseorang adalah sumber dari kebetulan yang berarti melihat dalam Wawasan Pertama. Setiap pengalaman mistik membentang potensi seseorang, menyebabkan mereka untuk eksis “pada tingkat getaran yang lebih tinggi”.

Deskripsi terbaik dari semua ini datang sedikit kemudian dalam buku ini. Pater Sanchez mengatakan, “Cinta bukan suatu konsep intelektual atau perintah moral atau apa pun. Ini adalah emosi latar belakang yang ada ketika seseorang terhubung dengan energi yang tersedia di alam semesta, yang, tentu saja, adalah energi Tuhan.” [halaman 153]

Komentar :

Gagasan tentang sumber energi di luar diri kita adalah akar dari hampir agama apapun. Kelimpahan energi (jika ada yang terbuka untuk itu) adalah mirip dengan konsep “kasih karunia” dalam Peck’s The Road Less Travelled. Bahwa gudang penyimpanan energi seseorang menyebabkan kebetulan bermakna mengingatkan saya pada gagasan Casteneda tentang “kekuatan pribadi”. Menaikkan tingkat getaran seseorang adalah ide teosofi lain – yang sejalan dengan fisika abad ke-19 (yang tampak pada semua bentuk energi sebagai getaran dalam media materi) sedikit lebih baik daripada sejalan dengan fisika saat ini.

6. Menjadi jelas.

Dalam rangka untuk berada dalam keadaan cinta dengan dunia secara teratur, kita harus melepaskan pola-pola perilaku yang kita dikembangkan untuk mengambil energi dari orang lain. Ada dua hal yang dijelaskan dalam Wawasan Keenam Celestine Prophecy yang harus kita lakukan:

Pertama, kita harus menyadari “drama kontrol” kita dan mengakhiri kebiasaan kita mengontrol. Ada empat pola kendali atau cara menyebabkan orang lain untuk memberi kita energi, dua secara aktif menuntut energi, dua secara pasif menciptakan kondisi di mana energi dikirim. Drama pengendalian “aktif” termasuk intimidasi dan interogasi – mengajukan pertanyaan dan kemudian memilih jawaban terpisah. Drama pengendalian “pasif” meliputi sikap menyendiri – menciptakan suasana misteri yang membujuk orang lain untuk mengirim energi – dan “miskin aku” – menciptakan perasaan bahwa jika orang lain tidak memberikan energi, sesuatu yang buruk akan terjadi pada pengendali.

Kedua, kita harus “mendapatkan kejelasan” dari drama pengendalian kita. Kita harus memahami drama pengendalian orangtua kita dan bagaimana ini membentuk diri kita. Maka kita harus belajar apa arti kehidupan orang tua kita bagi kita, dan bagaimana ini bekerja sendiri menentukan pekerjaan pengembangan diri kita. Hal yang akan berubah pada kita tentang orang tua kita – secara individu maupun bersama – adalah apa yang kita butuhkan untuk bekerja di dalam hidup kita sendiri.

Komentar :

“Menjadi jelas” adalah istilah yang digunakan dalam Dianetics.

Hampir semua sekolah mengajarkan bahwa psikoterapi untuk tumbuh, pertama-tama, kita harus belajar meninggalkan pola-pola yang terbentuk di masa kecil kita dalam menanggapi pola orangtua kita. Wawasan Keenam menerjemahkan ide ini menjadi terminologi Redfield. Aku tidak menjalankan ke dalam tipologi tertentu (yaitu drama pengendalian empat) sebelumnya.

7. Menggunakan suara hati (intuisi).

Wawasan Ketujuh Celestine Prophecy menjelaskan bahwa segera setelah kita berhubungan dengan energi, bebas dari drama pengendalian kita, dan sadar akan pertanyaan yang relevan untuk saat ini, intuisi kita memasok jawaban-jawaban yang kita butuhkan. Setelah kita sadar jawaban ini, kita hanya perlu mengamati peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermakna untuk menunjukkan kepada kita bagaimana harus bertindak pada mereka.

Komentar :

Bagaimana menyatukan intuisi (atau “kebijaksanaan batin”, begitu beberapa buku menyebutnya) dengan kecerdasan rasional adalah salah satu tantangan besar era ini, menurut pendapat saya. Sebuah buku besar mengatakan sesuatu tentang hal itu. Dalam Tujuh Hukum Rohani Sukses, Chopra menulis “Dalam kesediaan saya untuk menerima ketidakpastian, solusi akan muncul secara spontan keluar dari masalah, keluar dari kebingungan, gangguan, dan kekacauan.” Ada cukup kesepakatan umum tentang bagaimana mengakses intuisi, dan Redfield mendeskripsikannya sebaik Anda akan menemukannya. Ada ketidaksepakatan yang patut dipertimbangkan tentang apa yang harus dilakukan dengan jawaban intuitif setelah Anda menemukan mereka. Jika Anda tidak melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk mendapatkan yang jelas, jawaban intuitif Anda kemungkinan akan destruktif – sehingga beberapa jenis pengujian diperlukan. Redfield melakukannya (tes) dengan mencari pendukung kebetulan.

8. Berhubungan dengan orang lain.

Wawasan Kedelapan Celestine Prophecy ini datang dalam beberapa bagian.

  • Anak-anak dapat dibesarkan tanpa drama pengendalian jika mereka memiliki konstan, akses penuh untuk seorang dewasa yang bisa memberikan energi yang mereka butuhkan.
  • Pembangunan dapat diblokir oleh sebuah “kecanduan pada orang lain”. Energi yang halus memiliki sisi laki-laki dan perempuan. Jika Anda dapat mengakses yang satu dan orang lain yang lainnya, maka untuk waktu yang singkat pasangan bisa diisi dengan energi. Tetapi fokus pada orang lain akhirnya memotong masing-masing dari energi universal. Keduanya mulai bersaing memperebutkan energi, memulai ulang drama pengendalian. Ini adalah fenomena falling-in-love/falling-out-of-love.
  • Setiap orang yang melintasi jejak kita memiliki pesan untuk kita. Kita harus memberikan mereka energi dan membantu mereka mendapatkan yang jelas sehingga mereka dapat secara akurat menyampaikan pesan.
  • Drama pengendalian oleh orang lain akan berakhir jika kita mengenalinya dan menolak untuk memainkan peran di dalamnya.

9. Evolusi sadar.

Wawasan Kesembilan Celestine Prophecy ini adalah visi budaya di milenium berikutnya.

Manusia secara sadar berpartisipasi dalam evolusi mereka dengan hidup menurut intuisi mereka, yang memandu mereka sedemikian rupa untuk meningkatkan energi mereka. Populasi menurun begitu banyak sehingga sebagian besar dunia dapat diizinkan untuk kembali ke padang gurun, menciptakan pertumbuhan hutan tua penuh energi. Sarana kelangsungan hidup otomatis dan tersedia untuk semua orang. Rasa tujuan adalah dipuaskan dengan “getaran evolusi kita sendiri”. Orang akan mengkonsumsi lebih sedikit dan bekerja kurang sehingga mereka dapat bekerja pada evolusi mereka. (Redfield adalah ambigu tentang hal ini: konsumsi lebih rendah mungkin tidak diperlukan karena orang akan membayar Anda untuk wawasan rohani Anda “Ketika orang datang ke dalam kehidupan kita pada waktu yang tepat untuk memberi kita jawaban yang kita butuhkan, kita harus memberikan mereka uang.”. [halaman 226])

Tujuan dari evolusi ini adalah untuk mencapai tingkat getaran yang membuat kita tidak terlihat oleh orang lain, bahkan mungkin tidak penting. Yesus adalah yang pertama untuk melakukan ini, dan individu-individu sporadis akan terus melakukannya. (Mentor tokoh utama melakukannya dalam kesimpulan buku.) Tujuan utamanya adalah untuk kelompok besar untuk “menyeberang” bersama dalam “pengangkatan umum”. Bangsa Maya diduga telah melakukan ini.

Komentar :

Redfield membuat tujuan Peck tentang “tumbuh ke arah Ketuhanan” sangat eksplisit dan literal di sini. Visi secara bersamaan ekologi, teknologi, dan spiritual. Saya tidak heran bahwa orang telah tertarik.

Ide menciptakan kembali tubuh Anda pada “tingkat getaran yang lebih tinggi” sehingga dapat terwujud dan tidak akan kembali setidaknya ke alkemis. Itu muncul dalam berbagai tradisi misteri Barat.

Prediksi bahwa kita akan pergi berkeliling menyerahkan uang kepada siapa pun yang memberi kita wawasan rohani tampaknya aneh bagi saya. Untuk satu hal, itu akan memaksa kita untuk mengukur wawasan spiritual kita, yang sedikit sulit untuk digambarkan. (Apakah ini sebuah wawasan $ 10 atau wawasan $ 100? Apakah pantat Anda keluar untuk memberitahu seseorang rahasia hidup dan mereka memberi Anda dolar untuk itu?) Banyak orang berfantasi bahwa mereka dapat melepaskan diri dari ekonomi dunia dan mendapatkan bayaran untuk “menjadi rohaniah”. Saya ragu ini akan menjadi sehat bahkan jika Anda bisa melakukannya. Jika orang tidak bisa mencari cara untuk membatasi kebutuhan materi mereka dan menyediakannya secara lebih sederhana, mereka semua tidak dapat maju. Memberi mereka sejumlah besar uang dalam pertukaran untuk wawasan mereka seharusnya tidak perlu.

Sumber : Internet Gurus

(www dot gurus dot org/dougdeb/Courses/bestsellers/Celestine/Insights dot htm)