Konsep Menghisap Dan Memberikan Energi Secara Sukarela

Konsep Menghisap Dan Memberikan Energi Secara Sukarela

Konsep Menghisap Dan Memberikan Energi Secara Sukarela

Apakah tindakan mengontrol dan mendominasi orang lain itu jahat?

Sebetulnya tidak juga. Orang itu mungkin hanya tidak sepenuhnya sadar akan apa yang telah ia lakukan. Dia mungkin hanya berpikir bahwa dia harus mengendalikan situasi. Dan tidak diragukan lagi, dia telah belajar lama di masa lalu bahwa ia bisa mengendalikan dengan mengikuti strategi tertentu. Dia pertama-tama berpura-pura menjadi teman Anda, kemudian ia menemukan sesuatu yang salah dengan apa yang Anda lakukan, dalam kasus di atas ia berhasil meyakinkan bahwa Anda dalam bahaya. Akibatnya, dia secara halus melemahkan rasa percaya diri Anda di depan mata Anda sendiri sampai Anda mulai merasa dekat dengannya. Segera setelah itu terjadi, ia menguasai Anda.

Ini hanya salah satu di antara banyak strategi yang digunakan orang untuk menipu orang lain dan menghisap energi dari mereka. Anda akan belajar tentang cara-cara lainnya di dalam Wawasan Keenam.

Kebanyakan hal ini dilakukan tanpa disadari, melakukan apa yang membuat dia merasa paling kuat. Semua ini masih di luar kesadaran sebagian besar orang. Yang kita tahu adalah bahwa kita merasa lemah dan ketika kita mengendalikan orang lain kita merasa menjadi lebih baik. Apa yang tidak kita sadari adalah bahwa perasaan menjadi lebih baik ini menyebabkan orang lain rugi. Energi mereka telah kita curi. Dan kebanyakan orang menjalani seluruh hidup mereka dalam perburuan secara konstan untuk mengejar energi orang lain.

Meskipun demikian, terkadang hal serupa bekerja secara berbeda. Kadang kala kita bertemu seseorang yang setidaknya untuk sementara waktu secara sukarela akan mengirimkan energi mereka pada kita. Biasanya hal ini ditandai dengan perasaan nyaman yang kita alami saat orang itu mengirimkan energinya pada kita. Seolah-olah, seluruh pengalaman dan konsep kita tampak jelas bagi kita dan bisa mengekspresikan diri dengan mudah.

Apa artinya?

Terkadang seseorang secara sukarela akan menginginkan kita untuk mendefinisikan situasi yang sedang mereka hadapi, sambil dengan tulus memberikan kita energi mereka secara langsung. Itu membuat kita merasa diberi kuasa. Tetapi karunia ini biasanya tidak berlangsung lama. Kebanyakan orang-orang tersebut merasa tidak cukup kuat untuk terus-menerus memberikan energi mereka. Itulah sebabnya kebanyakan hubungan pada akhirnya berubah haluan menjadi perebutan kekuasaan. Manusia menggabungkan energi dan kemudian saling berebut agar dapat saling mengendalikan. Dan pihak yang kalah selalu menjadi korban.

Konsep Memberikan Energi Secara Sukarela ini berhubungan erat dengan Wawasan Ketujuh dan akan dibahas lebih lanjut dalam Wawasan Kedelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *