Drama Pengendalian : Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Drama Pengendalian : Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Di sisi lain, jika seseorang menceritakan kepada Anda semua hal mengerikan yang sudah terjadi padanya sambil menyiratkan bahwa Anda bertanggung jawab, dan bahwa, jika Anda menolak untuk membantu, hal-hal mengerikan itu akan tetap berlanjut, maka orang ini berusaha untuk mengendalikan pada tingkat yang paling pasif, yang oleh Manuskrip disebut sebuah drama “kasihanilah aku” atau “diriku malang” (poor me).

Pikirkan tentang drama ini sejenak. Pernahkah Anda berada di dekat orang yang membuat Anda merasa bersalah ketika Anda kembali di hadapannya, meskipun Anda tahu tidak ada alasan untuk merasa seperti itu? Itu karena anda telah memasuki dunia drama kasihanilah aku. Segala sesuatu yang ia katakan dan lakukan menempatkan Anda di tempat di mana Anda harus bertahan melawan ide bahwa Anda sedang tidak berbuat cukup untuk orang ini. Itulah mengapa Anda merasa bersalah hanya dengan berada di dekatnya.

Yang kurang pasif dari drama “kasihanilah aku” adalah drama “sikap menyendiri”.

Bagaimana drama kasihanilah aku ini sebenarnya bekerja?

Jika Anda seorang anak, dan seseorang (ingin) menguras energi Anda dengan mengancam Anda dengan kekerasan fisik, drama menyendiri kemudian menjadi tidak bekerja. Anda tidak dapat membuat mereka untuk memberi Anda energi dengan bersikap pura-pura. Mereka tidak peduli apa yang terjadi di dalam diri Anda. Mereka menggebrak terlalu kuat. Jadi, Anda terpaksa menjadi lebih pasif dan mencoba pendekatan kasihanilah aku, memohon belas kasihan seraya menjebak mereka dalam rasa bersalah atas gangguan yang telah mereka lakukan. Jika ini tidak bekerja, kemudian, sebagai seorang anak, Anda menderita sampai Anda cukup besar untuk meledak melawan kekerasan dan memerangi agresi dengan agresi pula. Hal ini telah dicontohkan seperti anak yang pernah diceritakan pada Wawasan Keempat.

2 Replies to “Drama Pengendalian : Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *