Category: 05th Insight

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Sudah diulas pada artikel sebelumnya, mengalami suatu pengalaman mistik memungkinkan kita untuk sesaat melihat besarnya energi yang bisa didapatkan seseorang (khusunya diri kita sendiri). Tapi keadaan ini seperti melompat mendahului orang lain dan sekilas melihat masa depan. Kita tidak bisa mempertahankan keadaan itu untuk waktu yang lama. Segera setelah kita mencoba untuk berbicara dengan seseorang yang pikirannya beroperasi dalam tingkat kesadaran normal, atau mencoba hidup di dunia di mana konflik masih terjadi, kita terlempar keluar dari keadaan futuristik ini dan jatuh kembali ke tingkat diri kita yang lama.

Masalah kita selanjutnya adalah untuk—secara perlahan—mendapatkan kembali apa yang sekilas kita lihat dalam pengalaman mistis itu, dan memulai kembali perkembangan menuju kesadaran tertinggi. Tetapi untuk melakukan ini, kita harus belajar untuk secara sadar mengisi diri sendiri dengan energi karena energi ini membawa peristiwa-peristiwa kebetulan, dan peristiwa-peristiwa kebetulan membantu kita mengaktualisasikan tingkat baru pada suatu basis yang permanen.

Pikirkan tentang hal ini : ketika sesuatu terjadi melampaui kesempatan untuk membawa kita maju dalam hidup kita, maka kita menjadi orang yang lebih teraktualisasikan. Kita merasa seolah-olah sedang mencapai apa, yang oleh bimbingan takdir, telah kita jadikan tujuan aktualisasi diri. Ketika ini terjadi, tingkat energi yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa kebetulan pertama-tama dibangun di dalam diri kita. Kita bisa tersingkir dari itu dan kehilangan energi ketika kita takut. Tetapi tingkat energi ini berfungsi sebagai batas terluar baru yang dapat diperoleh kembali dengan mudah. Kita telah menjadi pribadi baru. Kita hadir pada tingkat energi yang lebih tinggi, pada tingkat getaran yang lebih tinggi.

Dapatkah Anda melihat prosesnya sekarang?

Kita mengisi diri – tumbuh – mengisi diri – (dan) tumbuh lagi. Itu adalah cara bagaimana kita sebagai manusia melanjutkan evolusi alam semesta ke sebuah getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Evolusi ini telah berlangsung secara tidak sadar sepanjang sejarah manusia. Itu menjelaskan mengapa peradaban telah berkembang dan mengapa manusia telah tumbuh lebih besar, hidup lebih lama, dan sebagainya. Sekarang, kita sedang membuat seluruh proses itu terjadi secara sadar. Itulah yang Manuskrip beritahukan pada kita. Tentang itulah seluruh gerakan menuju kesadaran spiritual yang meliputi seluruh dunia ini.

Jadi apa yang harus kita lakukan adalah mengisi diri sendiri dengan energi, seperti yang telah Anda baca sebelumnya, dan peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi lebih konsisten. Tetapi itu tidak semudah yang Anda pikirkan. Sebelum kita dapat terhubungkan dengan energi pada basis yang permanen, masih ada satu rintangan lagi yang harus kita lewati. Wawasan berikutnya, Wawasan Keenam, berkaitan dengan masalah ini.

Tentang apakah itu?

Kita harus menghadapi cara khas kita mengendalikan orang lain. Ingat, Wawasan Keempat mengungkapkan bahwa manusia selalu merasa kekurangan energi dan telah berusaha untuk mengendalikan satu sama lain untuk mendapatkan energi yang mengalir di antara manusia. Lalu Wawasan Kelima menunjukkan bahwa ada sumber alternatif, tapi kita tidak bisa benar-benar tetap terhubungkan dengan sumber ini sampai kita berhasil mengatasi kebiasaan kita mengendalikan atau mengontrol orang lain dan berhenti melakukannya, karena setiap kali kita jatuh kembali ke kebiasaan ini, kita akan mendapatkan diri kita terputus dari sumber energi itu.

Menyingkirkan kebiasaan ini tidaklah mudah karena terjadi tanpa disadari pada awalnya. Kunci untuk mengatasi kebiasaan ini adalah membawanya sepenuhnya ke dalam kesadaran, dan kita melakukannya dengan melihat bahwa gaya khas kita mengendalikan orang lain adalah salah satu yang kita pelajari di masa kecil untuk mendapatkan perhatian, agar energi bergerak ke arah kita, dan kita kembali terjebak di sana. Gaya ini kita ulangi lagi dan lagi. Ini biasa disebut sebagai drama pengendalian bawah sadar kita.

Disebut drama karena berupa adegan akrab, seperti adegan di film, yang skenarionya kita tulis semasa remaja. Lalu kita mengulangi adegan ini berulang-ulang dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa menyadarinya. Semua yang kita tahu adalah bahwa jenis peristiwa yang sama terjadi pada kita berulang kali. Masalahnya adalah jika kita mengulangi satu adegan tertentu berulang-ulang, maka adegan-adegan lain dari film kehidupan nyata kita, petualangan kelas tinggi, yang ditandai oleh peristiwa kebetulan, tidak bisa bergerak maju. Kita menghentikan film bila kita mengulangi drama yang satu ini untuk memanipulasi demi energi.

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Seperti digambarkan sebelumnya bahwa manusialah yang meneruskan evolusi alam semesta menuju ke arah kompleksitas getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Hal ini ada hubungannya dengan berbagai peristiwa kebetulan yang dibicarakan dalam Wawasan Pertama, dan ini juga akan cocok dengan wawasan-wawasan lainnya.

Pikirkan tentang bagaimana wawasan-wawasan itu dibagi menjadi bagian-bagian berurutan.

Wawasan Pertama terjadi ketika kita menganggap serius peristiwa-peristiwa kebetulan. Kebetulan-kebetulan ini membuat kita merasa ada sesuatu yang lebih, sesuatu yang spiritual, yang bekerja di balik semua yang kita lakukan.

Wawasan Kedua membentuk kesadaran kita sebagai sesuatu yang nyata. Kita bisa melihat bahwa kita telah terobsesi dengan kelangsungan hidup dalam dunia materi, dengan fokus pada upaya mengendalikan situasi kita di alam semesta demi keamanan, dan kita tahu keterbukaan kita sekarang mewakili semacam kesadaran akan apa yang sebenarnya terjadi.

Wawasan Ketiga memulai suatu pandangan baru tentang hidup. Ia mendefinisikan alam semesta fisik sebagai alam semesta energi murni, energi yang entah bagaimana merespon jalan pikiran kita.

Wawasan Keempat memaparkan kecenderungan manusia untuk mencuri energi dari manusia lain dengan mengendalikan mereka, mengambil alih pikiran mereka, suatu kejahatan di mana kita terlibat karena kita begitu sering merasa terputus dan kehabisan energi.

Kekurangan energi ini dapat diatasi, tentu saja, ketika kita terhubungkan dengan sumber yang lebih tinggi. Alam semesta dapat menyediakan semua yang kita butuhkan hanya jika kita bisa membuka diri terhadapnya. Itulah visi yang digambarkan oleh Wawasan Kelima.

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Melanjutkan pembahasan tentang cinta kasih, tentu saja Anda tidak dapat membuat diri Anda serta-merta mencintai, melainkan Andalah yang mengizinkan perasaan senang memasuki diri anda. Tetapi untuk melakukan ini, Anda harus memposisikan pikiran anda dengan mengingat bagaimana rasanya dan mencoba untuk merasakannya lagi.

Misalnya saja pada kasus menikmati pemandangan indah dengan pepohonan di kaki bukit. Secara bertahap, Anda mulai mengagumi bentuk dan kehadirannya. Apresiasi Anda tumbuh sampai Anda benar-benar merasakan emosi cinta. Perasaan ini mungkin mirip seperti perasaan ketika Anda masih kecil terhadap ibu Anda atau perasaan ketika Anda remaja kepada gadis istimewa yang menjadi obyek cinta monyet Anda. Namun meskipun Anda telah melihat pemandangan yang indah itu, perasaan kasih yang khas ini ada sebagai perasaan yang umum menyeluruh. Anda jatuh cinta atau mengasihi pada segala hal.

Bilamana hal ini mampu Anda lakukan, Anda akan menerima energi dari alam di sekitaran pemandangan. Prosesi penerimaan energi dari alam ini akan ditandai dengan medan energi Anda yang semakin membesar. Prosesi ini dapat terlihat oleh orang lain yang menginginkan untuk melihatnya, yaitu dengan memposisikan diri agak menjauh beberapa meter dan menatap ke arah Anda dengan intens (hal ini telah dijelaskan caranya pada Wawasan Keempat).

Taruhlah yang Anda jadikan obyek proyeksi adalah salah satu pohon di dekat Anda. Tahap selanjutnya, pejamkan mata dan coba untuk mencapai perasaan-perasaan intens menjadi satu rangkaian kesatuan. Cobalah pahami bahwasanya hidup Anda dan semua yang sudah Anda alami—terutama ditambah dengan pengalaman baru bersama alam pemandangan di sekeliling Anda—adalah suatu anugerah, suatu terobosan, suatu cara pandang pada suatu jalan baru. Sekarang Anda harus belajar untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri, sedikit demi sedikit.

Pejamkan mata dan coba rasakan secara mendalam. Aliran emosi/perasaan akan datang membanjiri Anda. Tinggallah bersama banjir aliran emosi itu dan coba tingkatkan rasa sedikit demi sedikit, kemudian buka mata dan fokuskan perhatian pada pohon itu. Anda akan menerima energi dan memberikannya kepada pohon itu.

Ketika Anda menghargai atau mengapresiasi keindahan dan keunikan benda-benda, Anda menerima energi. Dan ketika Anda sampai ke tingkat di mana Anda merasakan cinta, maka Anda dapat mengirimkan kembali energi tersebut sesuai kehendak Anda. Semakin Anda memusatkan perhatian pada pohon dan mengagumi bentuk dan warnanya, semakin besar pula cinta yang Anda terima, sebuah pengalaman yang tidak biasa. Bayangkan energi Anda—yang tidak dapat Anda lihat—mengalir keluar dan mengisi pohon.

Hal ini sama halnya dengan proyeksi energi pada tanaman sebagaimana telah dibahas pada Wawasan Ketiga. Hanya yang membedakan adalah bahwa ketika itu kita belum menyadari pentingnya keberadaan perasaan cinta selama proyeksi energi berlangsung. Kita telah belajar mengalaminya tanpa menyadarinya.

Demikianlah Anda telah mengetahui bagaimana cara menyerap energi dan kemudian memproyeksikannya kembali (konsep menyerap energi dan memproyeksikannya kembali). Dengan mengingat cinta kasih yang pernah Anda rasakan, Anda dapat membuka diri.

Perasaan Terhubungkan Dengan Energi

Perasaan Terhubungkan Dengan Energi

Perasaan Terhubungkan Dengan Energi

Segala sesuatu di sekitar kita memiliki energi. Tetapi masing-masing memiliki jenisnya sendiri-sendiri. Itulah mengapa beberapa tempat tertentu dapat meningkatkan energi lebih dari yang lainnya tergantung pada bagaimana kecocokan situasi Anda dengan bentuk energi yang ada di sana.

Bagaimana kita melakukannya?

Anda harus terbuka, menghubungkan diri, menggunakan indera apresiasi Anda terhadap lingkungan di sekeliling Anda, seperti pada cara Anda melihat medan energi. Tetapi Anda harus mengambil satu langkah lebih jauh sehingga dapat merasakan sensasi seperti terpenuhi. Anda akan merasakan perasaan seperti ringan, aman, dan terhubungkan.

Seberapa terhubungkankah?

Ini agak sulit dijelaskan memang. Seolah-olah seluruh ruang di sekeliling Anda menjadi bagian dari diri Anda. Terhanyut larut dalam perasaan cinta kasih atau senang. Anda akan merasakan cinta kasih terhadap segalanya, terhadap lingkungan di sekeliling Anda dan segala isinya. Cinta kasih yang begitu saja terjadi.

Terhubungkan dengan energi terasa seperti kegembiraan atau kegairahan, kemudian euforia bahagia lahir-batin yang melimpah, dan kemudian cinta kasih. Menemukan cukup energi untuk mempertahankan keadaan hati dalam cinta pastilah membantu dunia, tetapi dampak paling langsungnya adalah membantu kita sendiri. Ini adalah hal yang paling hedonistik yang bisa kita lakukan.

Namun demikian, patut untuk diketahui di sini bahwa peran cinta kasih pernah telah disalahpahami untuk waktu yang lama. Cinta bukanlah sesuatu yang harus kita lakukan untuk menjadi baik atau untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Cinta kasih bukan berasal dari tanggung jawab moral yang abstrak, bukan pula sesuatu yang harus kita lakukan karena kita harus meninggalkan hedonisme kita.

Lain pula halnya dengan pengalaman mistis, mungkin Anda telah pula mengalaminya bahkan jauh sebelum Anda membaca artikel-artikel tentang Manuskrip ini. Ketika seseorang telah mengalami pengalaman mistis, akan jauh lebih mudah baginya untuk kembali ke keadaan ini dan meningkatkan tingkat energinya sendiri. Orang lain juga dapat terhubungkan tetapi memerlukan waktu lebih lama. Sebuah memori yang kuat akan pengalaman itu, diduga, memfasilitasi terjadinya pengulangan itu. Setelah itu, orang perlahan-lahan membangun kembali pengalaman mistisnya.

Bilamana hal terhubungkan dengan energi itu terjadi, medan energi orang itu akan terlihat bertambah besar ke arah luar dan sedikit berubah warnanya, biasanya dari putih kusam menuju hijau dan biru. Tapi yang paling penting adalah bahwa energinya mengembang.

Misalnya selama perjumpaan mistis pada artikel sebelumnya, energi Anda memancar keluar ke seluruh alam semesta. Pada dasarnya Anda terhubungkan dan menarik energi dari seluruh kosmos dan pada gilirannya energi Anda menggelembung mencakup segala benda, segala tempat. Anda akan merasa seolah-olah seluruh alam semesta adalah tubuh Anda dan Anda hanyalah kepala, atau mungkin lebih tepatnya, mata. Ya, dan pada saat itu, medan energi Anda dan medan energi alam semesta adalah sama. Alam semesta adalah tubuh Anda.

Hal Berdoa Sebelum Makan

Hal Berdoa Sebelum Makan

Hal Berdoa Sebelum Makan

Hal Berdoa Sebelum Makan untuk benar-benar menyerap energi,makanan harus dihargai atau “dinikmati”.Rasa adalah pintu masuknya. Anda harus mengapresiasi rasaSatu hal yang sangat penting adalah makanan. Makanan adalah cara pertama untuk mendapatkan energi. Tetapi untuk benar-benar menyerap energi dalam makanan, makanan harus dihargai atau lebih tepatnya “dinikmati”. Rasa adalah pintu masuknya. Anda harus mengapresiasi rasa.

Inilah alasan kenapa kita berdoa sebelum makan. Ini bukan hanya hal tentang bersyukur. Ini adalah untuk membuat peristiwa makan menjadi suatu pengalaman suci sehingga energi dari makanan dapat memasuki tubuh Anda. Apresiasi yang penuh kesadaran dan perhatian terhadap makanan adalah tujuan sebenarnya di balik kebiasaan agama-agama umumnya untuk bersyukur, yang akan menyebabkan penyerapan energi makanan menjadi lebih baik.

Menyantap makanan hanya langkah pertama. Setelah energi pribadi ditingkatkan dengan cara ini, Anda menjadi lebih peka terhadap energi dalam segala hal dan kemudian Anda belajar mengambil energi ini ke dalam diri Anda tanpa makan.

Hal tentang makanan ini akan dibahas lebih lanjut dalam Perluasan Pertama yang merupakan bagian dari Wawasan Kesebelas.

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman Baru Tentang Kesadaran Mistis

Pemahaman kita tentang wawasan yang paling terakhir lalu adalah bahwa manusia terjebak dalam semacam kompetisi perebutan energi. Ketika kita berhasil membujuk orang lain untuk menyetujui pandangan kita, mereka akan memihak kita, dan itu berarti menarik energi mereka ke dalam diri kita sehingga kita merasa kuat. Jadi masalahnya adalah bahwa setiap orang mencoba untuk mengontrol dan memanipulasi satu sama lain demi memperoleh energi, karena kita merasa kekurangan energi.

Tapi ada solusi untuk hal yang satu itu, yaitu suatu sumber energi lain. Hal itu tersirat di dalam Wawasan Keempat. Wawasan Kelima menggambarkan pemahaman baru tentang apa yang telah lama disebut kesadaran mistis.

Selama beberapa dekade terakhir abad kedua puluh, menurut Wawasan Kelima, kesadaran ini akan dipublikasikan sebagai cara yang sebenarnya ingin dicapai, yaitu dengan cara sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh banyak praktisi yang menjalani agama secara terbatas. Untuk kebanyakan orang, kesadaran ini akan tetap menjadi konsep intelektual yang hanya akan dibicarakan dan diperdebatkan. Tapi untuk manusia-manusia tertentu yang jumlahnya semakin banyak, kesadaran ini akan menjadi pengalaman nyata karena orang-orang ini akan mengalami kilatan-kilatan atau gambaran-gambaran sekilas tentang keadaan mental selama perjalanan hidup mereka.

Menurut manuskrip, pengalaman ini adalah kunci untuk mengakhiri konflik manusia di dunia, karena selama pengalaman ini berlangsung, kita menerima energi dari sumber lain—sumber yang akhirnya akan kita pelajari untuk kita manfaatkan sesuka hati.

Gambaran Tentang Suatu Pengalaman Mistis

Gambaran Tentang Suatu Pengalaman Mistis

Gambaran Tentang Suatu Pengalaman Mistis

Pemandangan indah senantiasa menghangatkan tubuh dan memenuhiku dengan luapan emosi bahagia rohani dan jasmani serta riak tawa. “Aku ingin tinggal di sini selamanya”. Di tengah hari nan cemerlang di bawah sinar matahari dan langit biru. Saat duduk di sana, ke-aku-anku menjadi terkesan dengan kedekatan perbukitan ungu di kejauhan—atau lebih tepatnya—perasaan bahwa mereka dekat dariku.

Persepsi yang sama berlaku pula pada sejumlah kecil gumpalan awan putih yang melayang di atas kepala. Aku merasa seolah-olah bisa menjangkau dan menyentuh mereka dengan tanganku. Saat aku mengulurkan tangan ke langit, aku melihat suatu perasaan yang berbeda. Lenganku telah meluncur ke atas dengan kemudahan yang luar biasa. Dari posisiku duduk bersila, aku berdiri dengan mudah tanpa memerlukan bantuan apa pun. Perasaanku betul-betul ringan.

Melihat gunung di kejauhan, aku melihat bahwa bulan siang hari telah keluar dan hendak tenggelam. Bentuknya seperempat penuh dan menggantung di cakrawala seperti mangkok terbalik. Seketika itu juga aku mengerti mengapa bulan memiliki bentuk seperti itu.

Matahari, jutaan mil tepat di atasku, bersinar hanya pada bagian atas bulan yang akan tenggelam itu. Aku bisa melihat garis pembatas yang jelas antara matahari dan permukaan bulan. Dan ini, entah bagaimana, memperluas kesadaranku ke luar lebih jauh. Aku bisa membayangkan bulan telah tenggelam di bawah cakrawala dan bentuk tercermin secara tepat akan hadir bagi mereka yang tinggal lebih jauh ke barat dan masih bisa melihatnya. Lalu aku membayangkan bagaimana bentuknya akan terlihat ketika ia berputar tepat di bawahku, di sisi lain dari planet ini. Bagi orang-orang di sana, maka akan tampak penuh karena matahari di atas kepalaku akan bersinar melewati Bumi dan menerpa bulan secara langsung.

Gambaran ini membangkitkan sensasi yang sulit untuk dideskripsikan. Dan punggungku  terasa lebih tegak lagi ketika aku membayangkan ruang di sisi lain bola bumi. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tahu bahwa kebulatan bumi bukan sebagai konsep intelektual tetapi sebagai sensasi yang sebenarnya. Pada satu sisi, kesadaran ini menggairahkanku tetapi di lain hal tampaknya benar-benar lumrah dan alami. Apa yang ingin kulakukan hanyalah membenamkan diri dalam perasaan tergantung, mengambang di tengah ruang yang ada di segala arah.

Alih-alih dengan kakiku hendak mendorong diri jauh dari Bumi melawan gravitasi Bumi saat aku berdiri di sana, sekarang aku merasa seolah-olah aku ditahan oleh suatu daya apung dari dalam, seolah-olah aku diisi seperti balon dengan helium secukupnya untuk membawaku melayang-layang dan hampir tidak menyentuh tanah dengan kakiku. Ini mirip dengan berada di kondisi atletik sempurna, sama seperti setelah satu tahun latihan intens, hanya jauh lebih terkoordinasi dan ringan.

Aku duduk kembali di atas batu, dan sekali lagi, segalanya tampak dekat: tonjolan kasar yang aku duduki, pohon-pohon tinggi di lereng bawah dan pegunungan lainnya di cakrawala. Dan seperti yang aku saksikan dahan-dahan pohon bergoyang lembut tertiup angin, aku mengalami bukan hanya persepsi (pencerapan) visual dari peristiwa itu, namun juga sensasi fisik, seakan-akan dahan-dahan yang bergerak dalam hembusan angin adalah rambut-rambut di tubuhku.

Aku menyadari segalanya, entah bagaimana, menjadi bagian dari diriku. Saat aku duduk di puncak gunung menatap ke segenap arah pemandangan, rasanya persis seperti jika apa, yang selalu kukenal sebagai tubuh fisikku, kini hanyalah kepala dari tubuh yang jauh lebih besar yang terdiri dari segala hal lain yang aku bisa lihat. Aku mengalami hal bahwa rasanya seluruh alam semesta menatap ke luar dirinya sendiri melalui mataku.

Persepsi ini menyebabkan kilatan memori. Pikiranku berlari mundur melintasi waktu, melewati awal perjalananku ke Peru, melewati masa kecil dan kelahiranku. Hadir keinsyafan bahwa hidupku sesungguhnya tidak berawal pada waktu aku lahir di planet ini. Hidupku sudah dimulai jauh lebih awal dengan pembentukan sisa lain diriku, tubuhku yang sesungguhnya, alam semesta sendiri itu. Ilmu evolusi selalu membosankan, tapi sekarang, karena pikiranku terus berlomba mundur dalam waktu, semua hal yang telah kubaca mengenai evolusi mulai datang kembali padaku.

Semua pengetahuan tampak bergabung dengan kenangan yang sebenarnya. Entah bagaimana aku mengingat apa yang telah terjadi, dan ingatanku memungkinkan untuk melihat evolusi dengan cara baru.

Aku melihat materi pertama meledak menjadi alam semesta, dan aku menyadari, sebagaimana Wawasan Ketiga telah jelaskan, bahwa materi itu tidak benar-benar padat. Materi hanyalah energi yang bergetar pada tingkatan tertentu, dan pada awalnya, materi hanya ada dalam bentuk getaran yang paling sederhana : elemen yang kita sebut hidrogen. Itulah semuanya yang ada di alam semesta, hanya hidrogen.

Aku mengamati atom-atom hidrogen mulai tertarik satu sama lain, seolah-olah unsur dominan, dorongan energi ini memulai gerakan ke dalam suatu keadaan yang lebih kompleks. Dan ketika kantong-kantong hidrogen ini mencapai kepadatan yang cukup, energi mulai memanas dan terbakar untuk menjadi apa yang kita sebut sebagai bintang, dan dalam hal ini pembakaran hidrogen melebur menjadi satu dan melompat ke dalam getaran berikutnya yang lebih tinggi, elemen yang kita sebut helium.

Saat terus mengamati, bintang-bintang pertama ini menua dan akhirnya meledakkan diri dan memuntahkan hidrogen yang tersisa dan helium yang baru tercipta ke alam semesta. Dan seluruh proses mulai lagi. Hidrogen dan helium berkumpul bersama sampai suhu menjadi cukup panas untuk untuk membentuk bintang baru dan yang pada gilirannya meleburnya helium menjadi satu, menciptakan elemen lithium, yang bergetar di tingkatan selanjutnya yang lebih tinggi.

Dan begitu seterusnya … setiap generasi bintang-bintang menciptakan masalah yang tidak ada sebelumnya, sampai spektrum materi yang luas—bahan kimiawi dasar—elemen telah terbentuk dan tersebar ke mana-mana. Materi telah berkembang dari elemen hidrogen, getaran materi yang paling sederhana, sampai karbon, yang bergetar pada kecepatan yang sangat tinggi. Kini panggung telah terbentuk untuk langkah berikutnya dalam evolusi.

Ketika matahari kita terbentuk, kantong-kantong materi jatuh ke dalam orbit di sekitarnya, dan salah satunya, Bumi, mengandung semua elemen yang baru tercipta, termasuk karbon. Bumi mendingin, gas-gas yang pernah terkurung di dalam massa cair bermigrasi ke permukaan dan bergabung bersama air membentuk uap, dan hujan besar datang membentuk lautan di kerak yang semula tandus. Kemudian ketika air menutupi sebagian besar permukaan bumi, langit menjadi terang dan matahari bersinar cemerlang, memandikan dunia baru dengan cahaya, panas, dan radiasi.

Dan di lembah-lembah dangkal dan cekungan-cekungan, di tengah badai petir hebat yang secara berkala menyapu planet ini, materi melompat melewati tingkat getaran karbon menuju sebuah keadaan yang bahkan lebih kompleks : kepada getaran diwakili oleh asam amino. Tetapi untuk pertama kalinya, tingkat getaran baru ini tidak stabil dalam dan dari dirinya. Materi harus terus menyerap materi-materi lain ke dalam dirinya untuk mempertahankan getarannya. Ia harus makan. Kehidupan, arah baru dari evolusi, telah muncul.

Masih terbatas pada kehidupan hanya di dalam air, aku melihat kehidupan ini dibagi menjadi dua bentuk yang berbeda. Satu bentuk—yang kita sebut sebagai tumbuhan—hidup di dalam materi anorganik, dan mengubah elemen-elemen ini menjadi makanan dengan memanfaatkan karbon dioksida dari atmosfer awal. Sebagai produk sampingannya, tanaman melepaskan oksigen bebas ke dunia untuk pertama kalinya. Tumbuhan hidup menyebar dengan cepat melalui lautan dan akhirnya ke daratan juga.

Bentuk yang lain—adalah apa yang kita sebut sebagai hewan—hanya menyerap kehidupan organik untuk mempertahankan getaran mereka. Ketika kuamati, binatang mengisi lautan dan memenuhinya dalam abad besar perikanan, dan, setelah tanaman telah melepaskan cukup oksigen ke dalam atmosfer, mulailah perjalanan mereka menuju daratan.

Aku melihat kelompok amfibi—setengah ikan, sesuatu setengah-baru—meninggalkan air untuk pertama kalinya dan menggunakan paru-paru untuk menghirup udara segar. Kemudian materi melompat maju lagi menjadi reptil dan memenuhi bumi dalam periode besar dinosaurus. Kemudian mamalia berdarah panas datang dan juga memenuhi bumi, dan aku menyadari bahwa setiap spesies yang muncul mewakili kehidupan—materi—bergerak ke tingkatan getaran berikutnya yang lebih tinggi. Akhirnya, perkembangan berakhir. Di puncaknya berdirilah manusia. Visi itu berakhir sudah.

Dalam sekejap telah kusaksikan seluruh cerita evolusi, kisah tentang materi yang muncul menjadi ada dan kemudian berkembang, seolah-olah di bawah bimbingan rencana tertentu ke arah getaran-getaran yang semakin tinggi hingga akhirnya menciptakan kondisi yang tepat bagi kemunculan manusia … bagi kemunculan kita, sebagai individu. Manusia meneruskan evolusi alam semesta ke arah kerumitan getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi.

Saat aku duduk di gunung itu, aku hampir bisa memahami bagaimana evolusi ini berlanjut lebih jauh ke dalam kehidupan manusia. Evolusi lanjutan ini entah bagaimana terkait dengan pengalaman kejadian-kejadian kebetulan dalam hidup. Sesuatu tentang peristiwa-peristiwa ini membawa kita maju dalam hidup kita dan menciptakan sebuah getaran yang lebih tinggi yang juga mendorong evolusi itu maju. Namun betapa pun kerasnya aku mencoba, aku tak bisa tetap tidak bisa mengerti sepenuhnya.

Untuk waktu yang lama aku duduk di tebing batu, benar-benar terserap oleh kedamaian dan keutuhan. Aku masih terhanyut dengan pemandangan di sekelilingku sehingga aku merasa seolah-olah sedang berjalan di samping tubuhku sendiri, dan bahkan seolah-olah tengah menjelajahi bagian-bagian tubuhku sendiri. Perasaan itu menyenangkan.

Agak sulit memang untuk menjelaskannya karena perasaan keterkaitan yang membahagiakan dengan segala sesuatu, dan semacam rasa aman dan keyakinan total. Tidak akan ada lagi rasa lelah.

Itulah suatu pengalaman mistik. Banyak orang melaporkan bahwa mereka mengalami hal serupa dalam hutan dekat puncak itu. Suatu pengalaman yang telah dijelaskan oleh para mistikus dari setiap agama. Apakah Anda pernah membaca hal-hal tentang pengalaman seperti itu?

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy: Sembilan Wawasan Pertama

Celestine Prophecy, yang mana semua karakter menyebutnya dengan “Manuskrip” tidak pernah dikutip secara langsung – yang merupakan hal yang baik, mengingat ditulis dalam bahasa Aram – sehingga tidak ada pernyataan resmi dari sembilan wawasan. Orang-orang yang telah membaca Manuskrip bicara tentang wawasan-wawasan, tetapi tidak pernah memberikan pernyataan secara langsung. Satu meta-wawasan adalah bahwa individu yang berbeda tertarik pada wawasan tertentu. Satu pemahaman mungkin muncul “khusus”. Jika demikian, individu tersebut mungkin datang untuk melayani perkembangan kesadaran manusia dengan mengajar atau memfasilitasi asimilasi wawasan orang-orang yang lainnya.

1. Peristiwa-peristiwa Kebetulan yang Bermakna.

Wawasan Pertama Celestine Prophecy memaparkan bahwa kita berada pada titik dalam sejarah perkembangan kesadaran manusia di mana pembangunan akan berkembang cepat. Bukti utama untuk ini adalah peningkatan jumlah peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermakna. Orang-orang memperhatikan dalam kehidupan mereka.

Komentar :

Saya melihat ide Carl Jung tentang sinkronisitas dalam kebetulan-kebetulan yang bermakna. Adapun peningkatan jumlah, juga, jumlah peristiwa dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih besar daripada generasi sebelumnya. Saya setuju bahwa kita telah mencapai titik di mana laju pembangunan semakin meningkat, tapi saya melihat ini adalah berkaitan dengan peningkatan ketersediaan informasi.

Hal ini juga berkontribusi terhadap popularitas buku yang bersangkutan. Dalam setiap zaman, telah ada keinginan untuk mendengar bahwa peristiwa besar akan datang lewat sekarang.

Pertimbangkan apa yang kebetulan adalah: hubungan yang menurut pandangan dunia dipandang sebagai tidak berarti. Jika Anda akan mengklaim bahwa pandangan dunia kita saat ini entah bagaimana tidak lengkap, maka tempat yang jelas untuk mencari bukti pendukung adalah menemukan makna dalam hubungan ini.

Beberapa kebetulan dalam buku ini lebih baik digambarkan sebagai komunikasi dari bawah sadar. Sejak Freud, para psikolog telah mengakui bahwa pikiran-pikiran liar, lamunan, dan kenangan adalah tidak benar-benar acak.

2. Perspektif Sejarah.

Dalam Wawasan Kedua Celestine Prophecy dipaparkan bahwa pada titik ini dalam sejarah manusia dapat dipahami dengan sangat baik oleh Revisioning milenium terakhir. Pada bagian awal milenium, kesadaran manusia didominasi oleh keyakinan yang diumumkan oleh Gereja Katolik: salah satu tempat yang layak dalam masyarakat, umat manusia di pusat alam semesta, dan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Keyakinan ini memberi arti bagi kehidupan. Dominasi ini ditantang selama Era Renaissance dan Reformasi. Pada saat itu, umat manusia membentuk sebuah proyek besar untuk mengeksplorasi dunia, dengan menggunakan perangkat ilmu pengetahuan, dengan harapan mendapatkan jawaban baru tentang makna kehidupan. Sambil menunggu jawabannya datang, perhatian beralih ke kenyamanan materi meningkat. Proyek yang sekarang di akhir – kenyamanan materi telah tercapai, tapi kita telah kehilangan kontak dengan sumber-sumber makna. Selain itu, jawaban yang kita inginkan sekarang muncul – tidak selalu dari ilmu pengetahuan kelembagaan, tetapi dari berbagai sumber.

Komentar :

Redfield mencampuradukkan kesadaran manusia dengan kesadaran Barat sini. Dia mengabaikan popularitas gagasan Timur di Barat selama dua abad terakhir.

Dia agak terlalu cepat menyatakan bahwa pertempuran untuk kenyamanan materi selesai. Namun, Redfield benar bahwa orang-orang di kelas terdidik kita stres sendiri atas isu-isu material yang semakin berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka. Bahwa kita telah kehilangan kontak dengan sumber-sumber makna pada dasarnya sama seperti apa yang Moore katakan tentang Perawatan Jiwa.

3. Energi Halus.

Celestine Prophecy, dalam Wawasan Ketiga, menyebutkan bahwa ada sebuah energi, yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh ilmu pengetahuan, yang membentuk dasar dari segala sesuatu. Persepsi manusia akan energi yang dimulai dengan peningkatan kesadaran terhadap keindahan: orang, binatang, tanaman, ekosistem yang memiliki tingkat energi yang tinggi yang muncul sangat indah. Dengan menjadi sadar akan energi itu, kita menjadi mampu melihat kapan dan bagaimana kita memberi dan menerima energi.

Komentar :

Fokus pada kecantikan dan keajaiban lagi mengingatkan kita akan Moore. Gagasan bahwa ada energi halus untuk dilihat – aura, misalnya – adalah ide yang sangat tua di Timur. Para Theosofis membawanya ke Barat di abad ke-19, dan Anda dapat melihatnya dibahas dalam literatur populer masa itu – cerita pendek Kipling “Mereka”, misalnya. Ini telah membuat muncul kembali dalam beberapa dekade terakhir – bandingkan Don Juan yang mengajar Carlos “melihat” dalam Perjalanan ke Ixtlan. Aku sendiri belum pernah melihat energi halus, tetapi kenyataan bahwa gagasan menolak untuk mati harus membuat orang bertanya-tanya.

4. Perebutan Energi.

Asumsi paling dasar yang mendasari interaksi yang paling manusia yang dijelaskan dalam Wawasan Keempat Celestine Prophecy: kita harus bersaing untuk energi ini, menariknya dari orang lain dan melindungi diri sendiri dari upaya orang lain untuk menarik dari kami. Hal ini menyebabkan beberapa interaksi kotor.

Komentar :

Tidak ada yang meragukan bahwa kita terus saling bersaing untuk perhatian, penghormatan, prestise, dll, atau bahwa hasrat untuk mendapatkan barang-barang psikologis dengan mengorbankan orang lain adalah sumber dari banyak gesekan sosial di dunia. Satu-satunya aspek yang tidak lazim dari wawasan ini adalah klaim bahwa barang-barang adalah bentuk sebenarnya berbeda dari energi yang terlihat. Sekali lagi, para Theosofis akan diakui semua ide-ide, dan vampir energi telah menjadi topik yang baik dibahas di kalangan okultisme selama beberapa dekade. Lihat, misalnya, Dion Fortune Bela Diri Psikis.

5. Kelimpahan energi.

Dalam Wawasan Kelima Celestine Prophecy dikisahkan bahwa pada kenyataannya, persaingan tidaklah diperlukan karena energi halus ada dalam kelimpahan. Secara khusus, kita bisa mendapatkan lebih dengan makan tanaman yang memiliki tingkat energi yang tinggi. (Dan kita dapat memastikan bahwa tanaman memiliki tingkat energi yang tinggi dengan membayar perhatian kepada mereka, dengan memberi mereka energi.) Berada di sebuah negara yang penuh kasih tidak hanya menghubungkan energi kita kepada objek cinta kita, tetapi kepada sumber energi yang lebih besar. Ini adalah esensi dari pengalaman mistik. Tujuan dari praktik mistik – dan praktek pelajaran dari Celestine Prophecy – adalah untuk mendapatkan dan tetap terhubung dengan energi. Selain itu, energi seseorang adalah sumber dari kebetulan yang berarti melihat dalam Wawasan Pertama. Setiap pengalaman mistik membentang potensi seseorang, menyebabkan mereka untuk eksis “pada tingkat getaran yang lebih tinggi”.

Deskripsi terbaik dari semua ini datang sedikit kemudian dalam buku ini. Pater Sanchez mengatakan, “Cinta bukan suatu konsep intelektual atau perintah moral atau apa pun. Ini adalah emosi latar belakang yang ada ketika seseorang terhubung dengan energi yang tersedia di alam semesta, yang, tentu saja, adalah energi Tuhan.” [halaman 153]

Komentar :

Gagasan tentang sumber energi di luar diri kita adalah akar dari hampir agama apapun. Kelimpahan energi (jika ada yang terbuka untuk itu) adalah mirip dengan konsep “kasih karunia” dalam Peck’s The Road Less Travelled. Bahwa gudang penyimpanan energi seseorang menyebabkan kebetulan bermakna mengingatkan saya pada gagasan Casteneda tentang “kekuatan pribadi”. Menaikkan tingkat getaran seseorang adalah ide teosofi lain – yang sejalan dengan fisika abad ke-19 (yang tampak pada semua bentuk energi sebagai getaran dalam media materi) sedikit lebih baik daripada sejalan dengan fisika saat ini.

6. Menjadi jelas.

Dalam rangka untuk berada dalam keadaan cinta dengan dunia secara teratur, kita harus melepaskan pola-pola perilaku yang kita dikembangkan untuk mengambil energi dari orang lain. Ada dua hal yang dijelaskan dalam Wawasan Keenam Celestine Prophecy yang harus kita lakukan:

Pertama, kita harus menyadari “drama kontrol” kita dan mengakhiri kebiasaan kita mengontrol. Ada empat pola kendali atau cara menyebabkan orang lain untuk memberi kita energi, dua secara aktif menuntut energi, dua secara pasif menciptakan kondisi di mana energi dikirim. Drama pengendalian “aktif” termasuk intimidasi dan interogasi – mengajukan pertanyaan dan kemudian memilih jawaban terpisah. Drama pengendalian “pasif” meliputi sikap menyendiri – menciptakan suasana misteri yang membujuk orang lain untuk mengirim energi – dan “miskin aku” – menciptakan perasaan bahwa jika orang lain tidak memberikan energi, sesuatu yang buruk akan terjadi pada pengendali.

Kedua, kita harus “mendapatkan kejelasan” dari drama pengendalian kita. Kita harus memahami drama pengendalian orangtua kita dan bagaimana ini membentuk diri kita. Maka kita harus belajar apa arti kehidupan orang tua kita bagi kita, dan bagaimana ini bekerja sendiri menentukan pekerjaan pengembangan diri kita. Hal yang akan berubah pada kita tentang orang tua kita – secara individu maupun bersama – adalah apa yang kita butuhkan untuk bekerja di dalam hidup kita sendiri.

Komentar :

“Menjadi jelas” adalah istilah yang digunakan dalam Dianetics.

Hampir semua sekolah mengajarkan bahwa psikoterapi untuk tumbuh, pertama-tama, kita harus belajar meninggalkan pola-pola yang terbentuk di masa kecil kita dalam menanggapi pola orangtua kita. Wawasan Keenam menerjemahkan ide ini menjadi terminologi Redfield. Aku tidak menjalankan ke dalam tipologi tertentu (yaitu drama pengendalian empat) sebelumnya.

7. Menggunakan suara hati (intuisi).

Wawasan Ketujuh Celestine Prophecy menjelaskan bahwa segera setelah kita berhubungan dengan energi, bebas dari drama pengendalian kita, dan sadar akan pertanyaan yang relevan untuk saat ini, intuisi kita memasok jawaban-jawaban yang kita butuhkan. Setelah kita sadar jawaban ini, kita hanya perlu mengamati peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermakna untuk menunjukkan kepada kita bagaimana harus bertindak pada mereka.

Komentar :

Bagaimana menyatukan intuisi (atau “kebijaksanaan batin”, begitu beberapa buku menyebutnya) dengan kecerdasan rasional adalah salah satu tantangan besar era ini, menurut pendapat saya. Sebuah buku besar mengatakan sesuatu tentang hal itu. Dalam Tujuh Hukum Rohani Sukses, Chopra menulis “Dalam kesediaan saya untuk menerima ketidakpastian, solusi akan muncul secara spontan keluar dari masalah, keluar dari kebingungan, gangguan, dan kekacauan.” Ada cukup kesepakatan umum tentang bagaimana mengakses intuisi, dan Redfield mendeskripsikannya sebaik Anda akan menemukannya. Ada ketidaksepakatan yang patut dipertimbangkan tentang apa yang harus dilakukan dengan jawaban intuitif setelah Anda menemukan mereka. Jika Anda tidak melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk mendapatkan yang jelas, jawaban intuitif Anda kemungkinan akan destruktif – sehingga beberapa jenis pengujian diperlukan. Redfield melakukannya (tes) dengan mencari pendukung kebetulan.

8. Berhubungan dengan orang lain.

Wawasan Kedelapan Celestine Prophecy ini datang dalam beberapa bagian.

  • Anak-anak dapat dibesarkan tanpa drama pengendalian jika mereka memiliki konstan, akses penuh untuk seorang dewasa yang bisa memberikan energi yang mereka butuhkan.
  • Pembangunan dapat diblokir oleh sebuah “kecanduan pada orang lain”. Energi yang halus memiliki sisi laki-laki dan perempuan. Jika Anda dapat mengakses yang satu dan orang lain yang lainnya, maka untuk waktu yang singkat pasangan bisa diisi dengan energi. Tetapi fokus pada orang lain akhirnya memotong masing-masing dari energi universal. Keduanya mulai bersaing memperebutkan energi, memulai ulang drama pengendalian. Ini adalah fenomena falling-in-love/falling-out-of-love.
  • Setiap orang yang melintasi jejak kita memiliki pesan untuk kita. Kita harus memberikan mereka energi dan membantu mereka mendapatkan yang jelas sehingga mereka dapat secara akurat menyampaikan pesan.
  • Drama pengendalian oleh orang lain akan berakhir jika kita mengenalinya dan menolak untuk memainkan peran di dalamnya.

9. Evolusi sadar.

Wawasan Kesembilan Celestine Prophecy ini adalah visi budaya di milenium berikutnya.

Manusia secara sadar berpartisipasi dalam evolusi mereka dengan hidup menurut intuisi mereka, yang memandu mereka sedemikian rupa untuk meningkatkan energi mereka. Populasi menurun begitu banyak sehingga sebagian besar dunia dapat diizinkan untuk kembali ke padang gurun, menciptakan pertumbuhan hutan tua penuh energi. Sarana kelangsungan hidup otomatis dan tersedia untuk semua orang. Rasa tujuan adalah dipuaskan dengan “getaran evolusi kita sendiri”. Orang akan mengkonsumsi lebih sedikit dan bekerja kurang sehingga mereka dapat bekerja pada evolusi mereka. (Redfield adalah ambigu tentang hal ini: konsumsi lebih rendah mungkin tidak diperlukan karena orang akan membayar Anda untuk wawasan rohani Anda “Ketika orang datang ke dalam kehidupan kita pada waktu yang tepat untuk memberi kita jawaban yang kita butuhkan, kita harus memberikan mereka uang.”. [halaman 226])

Tujuan dari evolusi ini adalah untuk mencapai tingkat getaran yang membuat kita tidak terlihat oleh orang lain, bahkan mungkin tidak penting. Yesus adalah yang pertama untuk melakukan ini, dan individu-individu sporadis akan terus melakukannya. (Mentor tokoh utama melakukannya dalam kesimpulan buku.) Tujuan utamanya adalah untuk kelompok besar untuk “menyeberang” bersama dalam “pengangkatan umum”. Bangsa Maya diduga telah melakukan ini.

Komentar :

Redfield membuat tujuan Peck tentang “tumbuh ke arah Ketuhanan” sangat eksplisit dan literal di sini. Visi secara bersamaan ekologi, teknologi, dan spiritual. Saya tidak heran bahwa orang telah tertarik.

Ide menciptakan kembali tubuh Anda pada “tingkat getaran yang lebih tinggi” sehingga dapat terwujud dan tidak akan kembali setidaknya ke alkemis. Itu muncul dalam berbagai tradisi misteri Barat.

Prediksi bahwa kita akan pergi berkeliling menyerahkan uang kepada siapa pun yang memberi kita wawasan rohani tampaknya aneh bagi saya. Untuk satu hal, itu akan memaksa kita untuk mengukur wawasan spiritual kita, yang sedikit sulit untuk digambarkan. (Apakah ini sebuah wawasan $ 10 atau wawasan $ 100? Apakah pantat Anda keluar untuk memberitahu seseorang rahasia hidup dan mereka memberi Anda dolar untuk itu?) Banyak orang berfantasi bahwa mereka dapat melepaskan diri dari ekonomi dunia dan mendapatkan bayaran untuk “menjadi rohaniah”. Saya ragu ini akan menjadi sehat bahkan jika Anda bisa melakukannya. Jika orang tidak bisa mencari cara untuk membatasi kebutuhan materi mereka dan menyediakannya secara lebih sederhana, mereka semua tidak dapat maju. Memberi mereka sejumlah besar uang dalam pertukaran untuk wawasan mereka seharusnya tidak perlu.

Sumber : Internet Gurus

(www dot gurus dot org/dougdeb/Courses/bestsellers/Celestine/Insights dot htm)

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE PERTAMA . . . MASSA YANG KRITIS:

Suatu kebangkitan spiritual baru sedang berlangsung dalam budaya umat manusia, yaitu suatu kesadaran yang dibawa oleh gerakan massa yang kritis yang terdiri dari individu-individu yang mengalami hidup mereka sebagai kelangsungan spritual, yakni sebuah perjalanan yang di dalamnya mereka telah dituntun oleh peristiwa-peristiwa kebetulan yang misterius.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDUA . . . KEKINIAN YANG LEBIH PANJANG:

Kebangkitan ini mewakili penciptaan sebuah pandangan dunia baru dan lebih lengkap, yang menggantikan keasyikan lima ratus tahun dengan kelangsungan hidup sekuler dan kenyamanan. Sementara keasikan teknologi ini menjadi langkah penting, kesadaran kita akan peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi sedang membukakan kita kepada tujuan hidup manusia yang sesungguhnya di atas muka bumi ini, dan sifat nyata dari alam semesta kita.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KETIGA . . . PERIHAL ENERGI:

Sekarang kita mengalami bahwa kita tidak hidup di semesta material, melainkan dalam semesta energi yang dinamis. Segalanya yang masih ada adalah energi luhur yang dapat kita rasakan dengan indera dan (suara)-hati/intuisi. Selain itu kita, manusia, bisa merancang energi kita dengan memusatkan perhatian kita pada tujuan yang diinginkan…di mana perhatian berada, di situ energi mengalir…mempengaruhi sistem energi lainnya dan meningkatkan laju kebetulan dalam hidup kita.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEEMPAT . . . PEREBUTAN KEKUASAN:

Sudah terlalu sering manusia melepaskan diri dari sumber energi yang lebih besar dan sehingga merasa lemah dan tidak aman. Untuk memperoleh energi, kita cenderung memanipulasi atau memaksa orang lain untuk memberi kita perhatian dan dengan demikian juga energi. Ketika kita berhasil menguasai orang lain dengan cara ini, kita merasa lebih kuat, tetapi mereka menjadi lemah dan seringkali balik melawan. Perebutan terjadi, energi manusia adalah penyebab dari semua konflik antarmanusia.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KELIMA . . . PESAN DARI PARA PENGANUT MISTIK:

Ketidakamanan dan kekerasan berakhir pada saat kita mengalami suatu hubungan batiniah dengan inti energi ilahi, yaitu suatu hubungan yang telah digambarkan oleh para mistikus dari semua tradisi. Suatu perasaan pencerahan/ringan–apung–bersama dengan sensasi konstan cinta adalah ukuran dari hubungan ini. Jika ukuran-ukuran ini hadir, maka hubungan yang terjadi nyata. Jika tidak, maka itu hanya pura-pura.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEENAM . . . MENJERNIHKAN MASA LALU:

Semakin kita sering terhubung dengan energi, semakin kita benar-benar sadar tentang masa-masa lampau ketika kita kehilangan hubungan, biasanya ketika kita berada dalam tekanan. Di sini, kita bisa melihat bagaimana kita dulu mencuri energi orang lain. Setelah manipulasi kita dibawa kepada kesadaran pribadi, hubungan kita menjadi lebih konstan dan kita dapat menemukan jejak tumbuh kembang hidup kita, dan misi spiritual kita–cara pribadi yg dapat kita kontribusikan bagi dunia.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KETUJUH . . . MELIBATKAN ARUS/ALIRAN:

Mengetahui tentang misi personal kita akan memperbesar aliran kebetulan-kebetulan yang misterius sehingga kita dipandu menuju takdir kita. Pertama-tama kita mempunyai pertanyaan; lalu kemudian mimpi-mimpi, lamunan-lamunan, dan suara-suara hati mengantarkan kita kepada jawaban-jawaban, yang senantiasa selaras yang disediakan oleh kebijaksanaan orang lain.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDELAPAN . . . ETIKA ANTARPRIBADI:

Kita dapat meningkatkan frekuensi kedatangan kebetulan-kebetulan dengan menyemangati setiap orang yang datang ke dalam hidup kita. Perhatian harus diambil tidak untuk kehilangan hubungan kebatinan kita dalam pertalian mesra. Menyemangati orang lain terutama efektif dalam kelompok yang setiap anggota dapat merasakan energi semua orang lainnya. Terhadap anak-anak, adalah luar biasa pentingnya buat keamanan dan tumbuh kembang dini mereka. Dengan memandang keindahan di setiap wajah, kita mengangkat orang lain ke dalam diri mereka yang paling bijaksana, dan meningkatkan kemungkinan mendengar pesan sinkronistis.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEMBILAN . . . KEBUDAYAAN TERUNGKAP:

Seperti kita semua berkembang ke arah penyelesaian terbaik dari misi spiritual kita, sarana teknologi untuk bertahan hidup akan sepenuhnya otomatis sebagai manusia berfokus pada pertumbuhan sinkronistis. Begitulah pertumbuhan akan menggerakkan manusia ke dalam keadaan energi yang lebih tinggi, pada akhirnya mengubah tubuh kita ke dalam bentuk spiritual dan menyatukan dimensi eksistensi ini dengan dimensi kehidupan setelah mati, mengakhiri siklus kelahiran dan kematian.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEPULUH . . . MEMEGANG VISI:

Wawasan Kesepuluh adalah kesadaran bahwa sepanjang sejarah manusia telah berjuang secara sadar untuk menerapkan spiritualitas hidup di Bumi. Masing-masing dari kita datang ke sini pada tugas, dan karena kita menarik pemahaman ini ke dalam kesadaran diri, kita dapat mengingat visi kelahiran lebih lengkap dari apa yang kita ingin capai dengan hidup kita. Selanjutnya kita dapat mengingat visi dunia umum dari bagaimana kita semua akan bekerja sama untuk menciptakan budaya spiritual baru. Kita tahu bahwa tantangan kita adalah untuk memegang visi ini dengan niat dan doa sehari-hari

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEBELAS . . . MEMPERLUAS BIDANG DOA:

Wawasan Kesebelas adalah metode yang tepat melalui mana kita memegang visi. Selama berabad-abad, kitab suci agama, puisi, dan filsafat telah menunjuk kekuatan laten pikiran dalam kita semua yang secara misterius membantu untuk mempengaruhi apa yang terjadi di masa depan. Ini telah disebut daya iman, berpikir positif, dan kekuatan doa. Kita sekarang mengambil kekuatan ini cukup serius untuk membawa pengetahuan yang lebih penuh itu ke dalam kesadaran publik. Kami menemukan bahwa kekuatan doa adalah bidang niat, yang bergerak keluar dari kita dan dapat diperpanjang dan diperkuat, terutama ketika kita berhubungan dengan orang lain dalam visi bersama. Ini adalah kekuatan melalui mana kita memegang visi dunia spiritual dan membangun energi dalam diri kita sendiri dan orang lain untuk membuat visi menjadi kenyataan

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDUABELAS . . . JAM KEPUTUSAN:

Wawasan Keduabelas menyajikan bahwa sebuah kehidupan spiritual yang terbaik dari setiap tradisi keagamaan selalu memegang benar, dan bahwa, pada kenyataannya, menunjukkan jalan menuju perdamaian. Tidak pernah ada waktu yang lebih menarik untuk hidup. Terlepas dari semua masalah kita, kesadaran baru ini bisa menular, bergerak dari orang ke orang dan bisa menyelesaikan segalanya. Kita hanya perlu sadar berbagi kebenaran dari apa yang kita lakukan. Ingat, ini bukan di akhir zaman. Kami baru saja mulai. Ini pagi di dunia!

Sumber : Celestine Vision: James Redfield and The Celestine Prophecy Movie