Featured
Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

Wawasan-wawasan Manuskrip Celestine

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE PERTAMA . . . MASSA YANG KRITIS:

Suatu kebangkitan spiritual baru sedang berlangsung dalam budaya umat manusia, yaitu suatu kesadaran yang dibawa oleh gerakan massa yang kritis yang terdiri dari individu-individu yang mengalami hidup mereka sebagai kelangsungan spritual, yakni sebuah perjalanan yang di dalamnya mereka telah dituntun oleh peristiwa-peristiwa kebetulan yang misterius.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDUA . . . KEKINIAN YANG LEBIH PANJANG:

Kebangkitan ini mewakili penciptaan sebuah pandangan dunia baru dan lebih lengkap, yang menggantikan keasyikan lima ratus tahun dengan kelangsungan hidup sekuler dan kenyamanan. Sementara keasikan teknologi ini menjadi langkah penting, kesadaran kita akan peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi sedang membukakan kita kepada tujuan hidup manusia yang sesungguhnya di atas muka bumi ini, dan sifat nyata dari alam semesta kita.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KETIGA . . . PERIHAL ENERGI:

Sekarang kita mengalami bahwa kita tidak hidup di semesta material, melainkan dalam semesta energi yang dinamis. Segalanya yang masih ada adalah energi luhur yang dapat kita rasakan dengan indera dan (suara)-hati/intuisi. Selain itu kita, manusia, bisa merancang energi kita dengan memusatkan perhatian kita pada tujuan yang diinginkan…di mana perhatian berada, di situ energi mengalir…mempengaruhi sistem energi lainnya dan meningkatkan laju kebetulan dalam hidup kita.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEEMPAT . . . PEREBUTAN KEKUASAN:

Sudah terlalu sering manusia melepaskan diri dari sumber energi yang lebih besar dan sehingga merasa lemah dan tidak aman. Untuk memperoleh energi, kita cenderung memanipulasi atau memaksa orang lain untuk memberi kita perhatian dan dengan demikian juga energi. Ketika kita berhasil menguasai orang lain dengan cara ini, kita merasa lebih kuat, tetapi mereka menjadi lemah dan seringkali balik melawan. Perebutan terjadi, energi manusia adalah penyebab dari semua konflik antarmanusia.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KELIMA . . . PESAN DARI PARA PENGANUT MISTIK:

Ketidakamanan dan kekerasan berakhir pada saat kita mengalami suatu hubungan batiniah dengan inti energi ilahi, yaitu suatu hubungan yang telah digambarkan oleh para mistikus dari semua tradisi. Suatu perasaan pencerahan/ringan–apung–bersama dengan sensasi konstan cinta adalah ukuran dari hubungan ini. Jika ukuran-ukuran ini hadir, maka hubungan yang terjadi nyata. Jika tidak, maka itu hanya pura-pura.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEENAM . . . MENJERNIHKAN MASA LALU:

Semakin kita sering terhubung dengan energi, semakin kita benar-benar sadar tentang masa-masa lampau ketika kita kehilangan hubungan, biasanya ketika kita berada dalam tekanan. Di sini, kita bisa melihat bagaimana kita dulu mencuri energi orang lain. Setelah manipulasi kita dibawa kepada kesadaran pribadi, hubungan kita menjadi lebih konstan dan kita dapat menemukan jejak tumbuh kembang hidup kita, dan misi spiritual kita–cara pribadi yg dapat kita kontribusikan bagi dunia.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KETUJUH . . . MELIBATKAN ARUS/ALIRAN:

Mengetahui tentang misi personal kita akan memperbesar aliran kebetulan-kebetulan yang misterius sehingga kita dipandu menuju takdir kita. Pertama-tama kita mempunyai pertanyaan; lalu kemudian mimpi-mimpi, lamunan-lamunan, dan suara-suara hati mengantarkan kita kepada jawaban-jawaban, yang senantiasa selaras yang disediakan oleh kebijaksanaan orang lain.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDELAPAN . . . ETIKA ANTARPRIBADI:

Kita dapat meningkatkan frekuensi kedatangan kebetulan-kebetulan dengan menyemangati setiap orang yang datang ke dalam hidup kita. Perhatian harus diambil tidak untuk kehilangan hubungan kebatinan kita dalam pertalian mesra. Menyemangati orang lain terutama efektif dalam kelompok yang setiap anggota dapat merasakan energi semua orang lainnya. Terhadap anak-anak, adalah luar biasa pentingnya buat keamanan dan tumbuh kembang dini mereka. Dengan memandang keindahan di setiap wajah, kita mengangkat orang lain ke dalam diri mereka yang paling bijaksana, dan meningkatkan kemungkinan mendengar pesan sinkronistis.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEMBILAN . . . KEBUDAYAAN TERUNGKAP:

Seperti kita semua berkembang ke arah penyelesaian terbaik dari misi spiritual kita, sarana teknologi untuk bertahan hidup akan sepenuhnya otomatis sebagai manusia berfokus pada pertumbuhan sinkronistis. Begitulah pertumbuhan akan menggerakkan manusia ke dalam keadaan energi yang lebih tinggi, pada akhirnya mengubah tubuh kita ke dalam bentuk spiritual dan menyatukan dimensi eksistensi ini dengan dimensi kehidupan setelah mati, mengakhiri siklus kelahiran dan kematian.

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEPULUH . . . MEMEGANG VISI:

Wawasan Kesepuluh adalah kesadaran bahwa sepanjang sejarah manusia telah berjuang secara sadar untuk menerapkan spiritualitas hidup di Bumi. Masing-masing dari kita datang ke sini pada tugas, dan karena kita menarik pemahaman ini ke dalam kesadaran diri, kita dapat mengingat visi kelahiran lebih lengkap dari apa yang kita ingin capai dengan hidup kita. Selanjutnya kita dapat mengingat visi dunia umum dari bagaimana kita semua akan bekerja sama untuk menciptakan budaya spiritual baru. Kita tahu bahwa tantangan kita adalah untuk memegang visi ini dengan niat dan doa sehari-hari

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KESEBELAS . . . MEMPERLUAS BIDANG DOA:

Wawasan Kesebelas adalah metode yang tepat melalui mana kita memegang visi. Selama berabad-abad, kitab suci agama, puisi, dan filsafat telah menunjuk kekuatan laten pikiran dalam kita semua yang secara misterius membantu untuk mempengaruhi apa yang terjadi di masa depan. Ini telah disebut daya iman, berpikir positif, dan kekuatan doa. Kita sekarang mengambil kekuatan ini cukup serius untuk membawa pengetahuan yang lebih penuh itu ke dalam kesadaran publik. Kami menemukan bahwa kekuatan doa adalah bidang niat, yang bergerak keluar dari kita dan dapat diperpanjang dan diperkuat, terutama ketika kita berhubungan dengan orang lain dalam visi bersama. Ini adalah kekuatan melalui mana kita memegang visi dunia spiritual dan membangun energi dalam diri kita sendiri dan orang lain untuk membuat visi menjadi kenyataan

WAWASAN MANUSKRIP CELESTINE KEDUABELAS . . . JAM KEPUTUSAN:

Wawasan Keduabelas menyajikan bahwa sebuah kehidupan spiritual yang terbaik dari setiap tradisi keagamaan selalu memegang benar, dan bahwa, pada kenyataannya, menunjukkan jalan menuju perdamaian. Tidak pernah ada waktu yang lebih menarik untuk hidup. Terlepas dari semua masalah kita, kesadaran baru ini bisa menular, bergerak dari orang ke orang dan bisa menyelesaikan segalanya. Kita hanya perlu sadar berbagi kebenaran dari apa yang kita lakukan. Ingat, ini bukan di akhir zaman. Kami baru saja mulai. Ini pagi di dunia!

Sumber : Celestine Vision: James Redfield and The Celestine Prophecy Movie

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Alasan Spiritual Mengapa Kita Dilahirkan Di Tengah Keluarga Kita

Proses menemukan identitas sejati rohani kita melibatkan tindakan meninjau seluruh hidup kita sebagai satu cerita atau sejarah panjang, mencoba mencari makna yang lebih tinggi. Mulailah dengan menanyakan pada diri sendiri pertanyaan ini: mengapa saya lahir keluarga khusus ini? Apa tujuan yang paling mungkin untuk itu?

Sebelumnya telah dicontohkan tentang seseorang yang memiliki ayah seorang interogator. Katakanlah bahwa orang itu adalah Anda sendiri. Apa yang ayah Anda ingin perjuangkan? Beliau benar-benar percaya bahwa hidup harus dinikmati, yaitu hidup dalam kejujuran, tetapi juga memanfaatkan apa yang hidup ini tawarkan. Beliau ingin menjalani hidup seutuhnya. Apakah beliau bisa melakukan ini? Untuk beberapa hal, YA, tapi entah bagaimana beliau tampaknya selalu memiliki nasib buruk justru ketika beliau mengira akan menikmati hidup pada tingkat paling tinggi. Apakah kita lantas mengira beliau kurang beruntung? Belum tentu. Karena bisa jadi beliau hanya belum menemukan kiat atau cara bagaimana untuk menjalankannya.

Bagaimana dengan ibu Anda? Apa yang direpresentasikan (diwakili) olehnya semasa hidup?

Hidupnya adalah gerejanya. Beliau memegang teguh prinsip-prinsip Kristen. Beliau percaya akan pelayanan masyarakat dan kepatuhan pada hukum-hukum Tuhan secara harafiah setidaknya sejauh yang gerejanya ajarkan. Apakah beliau bisa meyakinkan ayah Anda untuk melakukan hal yang sama? Tidak juga. Beliau ingin agar ayah Anda pergi ke gereja setiap minggu, dan terlibat dalam program-program kemasyarakatan. Tapi ternyata sang ayah tipe orang yang semangatnya bebas dari itu.

Jadi, pernahkah kita berpikir apakah semua itu mewaris kepada Anda?

Bukankah mereka berdua menginginkan kesetiaan Anda? Bukankah itu sebabnya mereka menjadi interogator, untuk memastikan Anda tidak berpihak pada nilai-nilai yang dianut oleh pihak lain? Bukankah beliau berdua ingin Anda berpikir bahwa cara merekalah yang terbaik?

Bagaimana menurut kita cara Anda menanggapi?

Bisa jadi Anda hanya mencoba untuk menghindari mengambil sikap. Mereka berdua memantau Anda untuk memastikan apakah Anda menunjukkan kualitas cukup baik sesuai pandangan khusus mereka. Dan karena tidak mampu menyenangkan keduanya, Anda menjadi penyendiri dan mengambil jarak.

Jadi apa arti yang ibu Anda tinggalkan untuk Anda?

Anda sedang mencari makna hidup ibu Anda bagi Anda, alasan Anda lahir bagi ibu Anda, dan apa yang Anda pelajari dari keberadaan Anda di dalam keluarga. Setiap manusia, entah sadar atau tidak, menggambarkan dengan kehidupan mereka bagaimana pola pikir mereka terhadap bagaimana manusia seharusnya hidup. Anda harus mencoba untuk menemukan apa yang ibu Anda ajarkan pada Anda dan, pada saat yang sama, bagaimana hidup ibu Anda bisa (telah) berjalan lebih baik. Apa yang akan Anda ubah tentang ibu Anda adalah bagian dari apa yang Anda sendiri sedang kerjakan.

Mengapa hal ini hanya dijelaskan sebagian saja? Bagaimana dengan ayah Anda? Pertanyaan ini adalah tugas Anda untuk mencari jawabannya. Karena bagian lainnya adalah bagaimana Anda akan memperbaiki hidup ayah Anda.

Kita bukan hanya ciptaan fisik dari orang tua kita, tapi juga ciptaan rohani. Kita dilahirkan bagi dua orang ini dan hidup mereka memiliki efek yang tidak dapat ditarik kembali pada siapa kita. Untuk menemukan diri sejati kita, kita harus bersikap dan berpikir dewasa bahwa “diri kita yang sebenarnya” dimulai dalam posisi di antara kebenaran-kebenaran mereka. Itulah mengapa kita lahir di sana: untuk mengambil perspektif lebih tinggi pada apa yang orang tua kita pertahankan. Jalan hidup kita adalah tentang menemukan suatu kebenaran yang merupakan sintesis yang lebih tinggi dari apa yang kedua orang ini percayai.

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Hubungan Antara Kejelasan Tentang Identitas Diri Dan Keterhubungan Dengan Energi

Sekarang ini kita sampai pada titik di mana kita secara sadar mencoba untuk membangun energi dan membereskan drama pengendalian kita.

Orang-orang tertentu dapat mengetahui jenis drama pengendalian orang lain (kita). Mereka telah melatih dan mengembangkan naluri mereka untuk itu. Mereka mempunyai tugas membantu kita mengendalikan drama pengendalian kita untuk kemudian membantu kita menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Bagaimana orang-orang ini membantu kita?

Hanya ada satu cara. Kita dibantu kembali ke masa lalu, ke pengalaman keluarga, ke masa dan tempat ketika kita sebagai seorang anak, dan meninjau kembali apa yang pernah terjadi. Segera setelah kita menyadari drama pengendalian kita, maka kita dapat fokus pada kebenaran yang lebih tinggi pada keluarga kita, ibarat prospek yang menjanjikan, jauh dari konflik perebutan energi. Setelah kita menemukannya, kebenaran ini bisa mengisi kehidupan kita dengan energi, karena kebenaran ini memberitahu kita siapa kita sebenarnya, jalan mana yang kita tempuh, dan apa yang akan kita lakukan.

Dalam menemukan kebenaran (tersebut), Anda akan dibimbing oleh intuisi Anda. Anda akan dibimbing kepada orang-orang yang tepat untuk diajak berbicara. Anda akan mengerti tentang hal ini setelah Anda mendapatkan kejelasan tentang siapa diri Anda dan memahami Wawasan Ketujuh. Anda tidak akan pernah bingung dan panik lagi, karena bila Anda telah memahami wawasan tersebut Anda bisa tetap begitu tenang dalam menghadapi segala situasi.

Bagaimana cara kerjanya?

Jangan campur adukkan ketenangan dengan kecerobohan. Air muka damai adalah ukuran seberapa baik kita terhubungkan dengan energi. Kita bertahan dalam keterhubungan karena itu adalah hal terbaik untuk kita lakukan, tanpa memandang keadaan sekeliling.

Memang tidak mudah berlaku demikian karena masih banyak dari kita mengalami kesulitan untuk tetap terhubung dengan energi. Namun demikian percayalah, bertahan dalam keterhubungan akan lebih mudah bagi Anda segera setelah Anda sudah tahu benar siapa diri Anda. Setelah Anda sudah memahami drama pengendalian orang tua Anda, kini Anda harus melihat ke masa lalu bagaimana persaingan energi yang ada dalam keluarga Anda dan mencari alasan sebenarnya kenapa Anda ada di sana.

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Mendapatkan Kejelasan Tentang Diri Sendiri

Langkah pertama dalam proses mendapatkan kejelasan bagi diri kita adalah untuk membawa drama pengendalian tertentu kita ke kesadaran penuh. Kita tidak akan pernah bisa mengalami kemajuan sebelum melewati/mengatasi tahapan ini.

Langkah selanjutnya adalah bahwa kita harus kembali ke masa lalu kita, kembali ke kehidupan awal keluarga kita, dan melihat bagaimana kebiasaan ini terbentuk. Melihat permulaan terbentuknya cara kita mengendalikan dalam kesadaran. Ingat, sebagian besar anggota keluarga kita memainkan dramanya masing-masing, mencoba menarik energi dari kita sebagai anak-anak. Inilah mengapa kita pertama-tama harus membentuk drama pengendalian. Kita harus memiliki strategi untuk merebut energi kita kembali. Kita selalu mengembangkan drama khas kita dalam kaitannya dengan anggota keluarga kita. Namun, setelah kita mengenali dinamika energi dalam keluarga kita, kita dapat melewati strategi kontrol dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Setiap orang harus menafsirkan kembali pengalaman di dalam keluarganya dari sudut pandang evolusioner, dari sudut pandang spiritual, dan menemukan siapa sebetulnya dirinya. Setelah kita melakukan itu, drama pengendalian kita gugur dan kehidupan sejati kita lepas landas.

Jadi, bagaimana cara kita memulainya?

Pertama-tama dengan memahami bagaimana drama pengendalian kita terbentuk. Misalnya dengan memahami siapa ayah kita. Katakanlah beliau adalah orang baik yang suka bersenang-senang dan cakap tapi beliau terlalu kritis. Kita tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar di matanya. Bagaimana beliau mengkritik kita? Beliau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kemudian menemukan kesalahan dalam semua jawaban. Dan apa yang terjadi dengan energi kita? Kita merasa terkuras sehingga kita mencoba untuk menjaga diri dari mengatakan apapun kepadanya.

Berarti kita tidak tegas dan menjaga jarak, mencoba untuk mengatakan apa saja dengan cara yang mungkin akan mendapatkan perhatiannya, tapi tidak cukup menyatakan untuk memberikan dia sesuatu untuk dikritik. Dia adalah interogator dan kita mengelak untuk mendekatinya dengan sikap menyendiri (dingin) kita.

Kemudian Anda mengenali bahwa ternyata ibu Anda juga telah melakukan hal yang sama kepada Anda seperti ayah Anda dahulu, yaitu berperan sebagai seorang interogator. Jadi Anda telah mendapatkan dosis ganda. Maka tak heran bila ternyata Anda sekarang cenderung memilih drama menyendiri.

Namun walaupun demikian, setidaknya mereka tidak mengintimidasi Anda. Paling tidak Anda tidak pernah khawatir akan keselamatan Anda, bukan? Karena bila ini sampai terjadi, Anda akan menjadi terjebak dalam drama kasihanilah aku (poor me).

Seseorang akan menempuh apa pun yang secara ekstrim diperlukan untuk mendapatkan energi—perhatian dalam keluarganya. Dan setelah itu, strategi ini menjadi cara dominannya mengendalikan untuk mendapatkan energi dari semua orang, drama yang terus-menerus diulanginya. Hal mengenai drama yang diulang-ulang ini dan secara terus-menerus dilakukan tanpa sadar—tanpa mampu bangkit dari “tidur panjang”—akan menyebabkan “neraka” pada diri pelakunya sendiri. Ini akan diulas pada Wawasan Kesepuluh.

Demikianlah persisnya cara drama-drama pengendalian mengabadikan diri. Tapi ingat, ada kecenderungan melihat drama-drama ini pada diri orang lain dan mengira bahwa kita sendiri bebas dari drama-drama pengendalian tersebut. Kita harus melampaui ilusi ini sebelum kita bisa melangkah maju. Hampir semua orang cenderung terjebak, setidaknya untuk sementara waktu, dalam sebuah drama dan kita harus melangkah mundur dan melihat diri kita sendiri cukup lama untuk menemukan drama apa itu.

Segera setelah kita menemukan jenis drama kita, kita benar-benar bebas untuk menjadi lebih daripada peran bawah sadar yang kita mainkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kita dapat menemukan makna yang lebih tinggi untuk hidup kita, alasan spiritual kita dilahirkan pada keluarga kita. Kita bisa mulai memperoleh kejelasan tentang siapa kita sebenarnya.

Drama Pengendalian : Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Drama Pengendalian : Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Kasihanilah Aku (Poor Me) dan Sikap Menyendiri

Di sisi lain, jika seseorang menceritakan kepada Anda semua hal mengerikan yang sudah terjadi padanya sambil menyiratkan bahwa Anda bertanggung jawab, dan bahwa, jika Anda menolak untuk membantu, hal-hal mengerikan itu akan tetap berlanjut, maka orang ini berusaha untuk mengendalikan pada tingkat yang paling pasif, yang oleh Manuskrip disebut sebuah drama “kasihanilah aku” atau “diriku malang” (poor me).

Pikirkan tentang drama ini sejenak. Pernahkah Anda berada di dekat orang yang membuat Anda merasa bersalah ketika Anda kembali di hadapannya, meskipun Anda tahu tidak ada alasan untuk merasa seperti itu? Itu karena anda telah memasuki dunia drama kasihanilah aku. Segala sesuatu yang ia katakan dan lakukan menempatkan Anda di tempat di mana Anda harus bertahan melawan ide bahwa Anda sedang tidak berbuat cukup untuk orang ini. Itulah mengapa Anda merasa bersalah hanya dengan berada di dekatnya.

Yang kurang pasif dari drama “kasihanilah aku” adalah drama “sikap menyendiri”.

Bagaimana drama kasihanilah aku ini sebenarnya bekerja?

Jika Anda seorang anak, dan seseorang (ingin) menguras energi Anda dengan mengancam Anda dengan kekerasan fisik, drama menyendiri kemudian menjadi tidak bekerja. Anda tidak dapat membuat mereka untuk memberi Anda energi dengan bersikap pura-pura. Mereka tidak peduli apa yang terjadi di dalam diri Anda. Mereka menggebrak terlalu kuat. Jadi, Anda terpaksa menjadi lebih pasif dan mencoba pendekatan kasihanilah aku, memohon belas kasihan seraya menjebak mereka dalam rasa bersalah atas gangguan yang telah mereka lakukan. Jika ini tidak bekerja, kemudian, sebagai seorang anak, Anda menderita sampai Anda cukup besar untuk meledak melawan kekerasan dan memerangi agresi dengan agresi pula. Hal ini telah dicontohkan seperti anak yang pernah diceritakan pada Wawasan Keempat.

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Drama Pengendalian: Interogator Dan Intimidator

Interogator Dan Intimidator

Interogator adalah sebuah jenis drama lainnya. Jika agresivitas seseorang kurang kentara tetapi ia berusaha menemukan kesalahan dan perlahan menggerogoti dunia Anda untuk mendapatkan energi Anda, maka, seperti yang akan kita temui pada tokoh ayah dalam kasus di postingan selanjutnya, orang ini seorang interogator. Orang-orang menggunakan sarana ini untuk mendapatkan energi, membangun sebuah drama berisi pertanyaan-pertanyaan dan menyelidiki dunia orang lain dengan tujuan khusus untuk menemukan sesuatu yang salah. Setelah mereka menemukan itu, mereka mengkritik aspek ini. Jika strategi ini berhasil maka orang yang dikritik ditarik ke dalam drama tersebut. Mereka tiba-tiba menemukan diri mereka menjadi sadar diri dan memperhatikan apa yang dilakukan dan dipikirkan sang interogator, agar tidak melakukan sesuatu yang salah yang akan dilihat oleh sang interogator. Rasa hormat psikis ini memberi si interogator energi yang diinginkannya.

Pikirkan saat Anda telah berada di sekitar seseorang seperti ini. Ketika Anda terjebak dalam drama, tidakkah Anda cenderung untuk bertindak dengan cara tertentu sehingga orang tersebut tidak mengkritik Anda? Dia menarik Anda keluar dari jalan Anda sendiri dan menguras energi Anda karena Anda menilai diri sendiri sesuai dengan apa yang cara dia berpikir.

Manuskrip menjelaskan klasifikasi-klasifikasi tentang drama pengendalian ini. Demi energi setiap orang memanipulasi baik secara agresif, langsung memaksa orang untuk memperhatikan mereka, atau secara pasif, memainkan simpati atau rasa ingin tahu orang lain untuk mendapatkan perhatian. Misalnya, jika seseorang mengancam Anda, baik secara verbal ataupun fisik, karena takut terjadi sesuatu yang buruk bagi Anda, maka Anda terpaksa untuk memperhatikannya dan memberinya energi. Orang yang mengancam Anda akan menarik Anda ke dalam jenis drama paling agresif, apa yang oleh Wawasan Keenam ini dikenal sebagai intimidator.

Bagaimana tipe interogator berkembang?

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda seorang anak dan anggota keluarga Anda entah tidak ada di rumah atau mengabaikan Anda karena mereka sibuk dengan karir mereka atau dengan sesuatu lain?

Memainkan drama menyendiri tidak akan mendapatkan perhatian mereka; mereka takkan melihatnya. Tidakkah Anda harus memainkan peran memeriksa dan mencongkel sampai akhirnya menemukan sesuatu yang salah pada orang-orang tipe menyendiri ini guna memaksa mereka memberikan perhatian dan energi? Inilah yang seorang interogator lakukan. Orang-orang yang bersikap sok dingin (menyendiri) menciptakan para interogator, dan sebaliknya, para interogator menciptakan orang-orang tipe penyendiri. Sedangkan para intimidator menciptakan orang-orang bertipe kasihanilah aku atau (jika ini gagal) intimidator-intimidator lain.

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Bagaimana Drama Pengendalian Berkembang

Satu contoh sempurna tentang campur tangan drama pengendalian adalah ketika Anda begitu dingin atau menyendiri (mengambil jarak) sehingga tidak memungkinkan peristiwa kebetulan terjadi. Setiap orang pasti pernah memainkan sebuah drama pengendalian. Tidak mesti sama dengan yang (pernah/sedang) kita mainkan, tapi mungkin dari jenis yang lain. Namun demikian setidaknya sekarang Anda harus memahami bagaimana drama pengendalian Anda bekerja.

Cara Anda mengendalikan orang lain dan situasi untuk mendapatkan energi adalah dengan menciptakan drama ini dalam angan-angan Anda, yang menjadi tempat Anda menarik diri, terlihat misterius dan rahasia. Anda mengatakan kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bersikap hati-hati, tetapi apa yang Anda lakukan sebenarnya adalah berharap agar seseorang akan ditarik ke dalam drama ini dan akan mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Anda. Ketika seseorang melakukannya, Anda tetap samar-samar, memaksa mereka untuk berjuang, menggali, dan mencoba untuk memahami perasaan Anda yang sebenarnya.

Ketika melakukan itu, mereka memberikan Anda perhatian penuh mereka dan mengirimkan energi mereka kepada Anda. Semakin lama Anda dapat membuat mereka tertarik dan bingung, semakin banyak energi yang Anda terima. Sayangnya, ketika Anda memainkan drama menyendiri (bersikap dingin), hidup Anda cenderung berkembang sangat lambat karena Anda kembali mengulangi adegan yang sama ini berulang-lagi. Jika Anda terbuka pada orang lain, film hidup Anda pasti akan sudah tinggal landas ke arah yang baru dan lebih bermakna.

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Jenis-Jenis Drama Pengendalian

Drama setiap orang dapat diperiksa mengikuti spektrum dari agresif ke pasif. Urut-urutan drama ini adalah sebagai berikut :

  1. intimidator,
  2. interogator,
  3. suka menyendiri (sikap dingin), dan
  4. kasihanilah aku (diriku malang).

Beberapa orang terkadang menggunakan lebih dari satu drama pengendalian dalam keadaan yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita memiliki satu drama pengendalian dominan yang cenderung kita ulangi, tergantung mana yang bekerja dengan baik pada anggota keluarga kita dahulu.

Jenis-jenis drama pengendalian ini harus kita kenali agar kita bisa mengenali diri kita dan mendapatkan kejelasan tentang diri kita yang sesungguhnya, karena tidak ada sedikit pun kemajuan yang bisa kita harapkan sampai kita benar-benar melihat diri kita sendiri dan menemukan apa yang kita lakukan untuk memanipulasi demi energi.

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Rintangan Sebelum Dapat Terhubungkan Dengan Energi

Sudah diulas pada artikel sebelumnya, mengalami suatu pengalaman mistik memungkinkan kita untuk sesaat melihat besarnya energi yang bisa didapatkan seseorang (khusunya diri kita sendiri). Tapi keadaan ini seperti melompat mendahului orang lain dan sekilas melihat masa depan. Kita tidak bisa mempertahankan keadaan itu untuk waktu yang lama. Segera setelah kita mencoba untuk berbicara dengan seseorang yang pikirannya beroperasi dalam tingkat kesadaran normal, atau mencoba hidup di dunia di mana konflik masih terjadi, kita terlempar keluar dari keadaan futuristik ini dan jatuh kembali ke tingkat diri kita yang lama.

Masalah kita selanjutnya adalah untuk—secara perlahan—mendapatkan kembali apa yang sekilas kita lihat dalam pengalaman mistis itu, dan memulai kembali perkembangan menuju kesadaran tertinggi. Tetapi untuk melakukan ini, kita harus belajar untuk secara sadar mengisi diri sendiri dengan energi karena energi ini membawa peristiwa-peristiwa kebetulan, dan peristiwa-peristiwa kebetulan membantu kita mengaktualisasikan tingkat baru pada suatu basis yang permanen.

Pikirkan tentang hal ini : ketika sesuatu terjadi melampaui kesempatan untuk membawa kita maju dalam hidup kita, maka kita menjadi orang yang lebih teraktualisasikan. Kita merasa seolah-olah sedang mencapai apa, yang oleh bimbingan takdir, telah kita jadikan tujuan aktualisasi diri. Ketika ini terjadi, tingkat energi yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa kebetulan pertama-tama dibangun di dalam diri kita. Kita bisa tersingkir dari itu dan kehilangan energi ketika kita takut. Tetapi tingkat energi ini berfungsi sebagai batas terluar baru yang dapat diperoleh kembali dengan mudah. Kita telah menjadi pribadi baru. Kita hadir pada tingkat energi yang lebih tinggi, pada tingkat getaran yang lebih tinggi.

Dapatkah Anda melihat prosesnya sekarang?

Kita mengisi diri – tumbuh – mengisi diri – (dan) tumbuh lagi. Itu adalah cara bagaimana kita sebagai manusia melanjutkan evolusi alam semesta ke sebuah getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Evolusi ini telah berlangsung secara tidak sadar sepanjang sejarah manusia. Itu menjelaskan mengapa peradaban telah berkembang dan mengapa manusia telah tumbuh lebih besar, hidup lebih lama, dan sebagainya. Sekarang, kita sedang membuat seluruh proses itu terjadi secara sadar. Itulah yang Manuskrip beritahukan pada kita. Tentang itulah seluruh gerakan menuju kesadaran spiritual yang meliputi seluruh dunia ini.

Jadi apa yang harus kita lakukan adalah mengisi diri sendiri dengan energi, seperti yang telah Anda baca sebelumnya, dan peristiwa-peristiwa kebetulan mulai terjadi lebih konsisten. Tetapi itu tidak semudah yang Anda pikirkan. Sebelum kita dapat terhubungkan dengan energi pada basis yang permanen, masih ada satu rintangan lagi yang harus kita lewati. Wawasan berikutnya, Wawasan Keenam, berkaitan dengan masalah ini.

Tentang apakah itu?

Kita harus menghadapi cara khas kita mengendalikan orang lain. Ingat, Wawasan Keempat mengungkapkan bahwa manusia selalu merasa kekurangan energi dan telah berusaha untuk mengendalikan satu sama lain untuk mendapatkan energi yang mengalir di antara manusia. Lalu Wawasan Kelima menunjukkan bahwa ada sumber alternatif, tapi kita tidak bisa benar-benar tetap terhubungkan dengan sumber ini sampai kita berhasil mengatasi kebiasaan kita mengendalikan atau mengontrol orang lain dan berhenti melakukannya, karena setiap kali kita jatuh kembali ke kebiasaan ini, kita akan mendapatkan diri kita terputus dari sumber energi itu.

Menyingkirkan kebiasaan ini tidaklah mudah karena terjadi tanpa disadari pada awalnya. Kunci untuk mengatasi kebiasaan ini adalah membawanya sepenuhnya ke dalam kesadaran, dan kita melakukannya dengan melihat bahwa gaya khas kita mengendalikan orang lain adalah salah satu yang kita pelajari di masa kecil untuk mendapatkan perhatian, agar energi bergerak ke arah kita, dan kita kembali terjebak di sana. Gaya ini kita ulangi lagi dan lagi. Ini biasa disebut sebagai drama pengendalian bawah sadar kita.

Disebut drama karena berupa adegan akrab, seperti adegan di film, yang skenarionya kita tulis semasa remaja. Lalu kita mengulangi adegan ini berulang-ulang dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa menyadarinya. Semua yang kita tahu adalah bahwa jenis peristiwa yang sama terjadi pada kita berulang kali. Masalahnya adalah jika kita mengulangi satu adegan tertentu berulang-ulang, maka adegan-adegan lain dari film kehidupan nyata kita, petualangan kelas tinggi, yang ditandai oleh peristiwa kebetulan, tidak bisa bergerak maju. Kita menghentikan film bila kita mengulangi drama yang satu ini untuk memanipulasi demi energi.

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Pemahaman Tentang Visi Wawasan Kelima

Seperti digambarkan sebelumnya bahwa manusialah yang meneruskan evolusi alam semesta menuju ke arah kompleksitas getaran yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Hal ini ada hubungannya dengan berbagai peristiwa kebetulan yang dibicarakan dalam Wawasan Pertama, dan ini juga akan cocok dengan wawasan-wawasan lainnya.

Pikirkan tentang bagaimana wawasan-wawasan itu dibagi menjadi bagian-bagian berurutan.

Wawasan Pertama terjadi ketika kita menganggap serius peristiwa-peristiwa kebetulan. Kebetulan-kebetulan ini membuat kita merasa ada sesuatu yang lebih, sesuatu yang spiritual, yang bekerja di balik semua yang kita lakukan.

Wawasan Kedua membentuk kesadaran kita sebagai sesuatu yang nyata. Kita bisa melihat bahwa kita telah terobsesi dengan kelangsungan hidup dalam dunia materi, dengan fokus pada upaya mengendalikan situasi kita di alam semesta demi keamanan, dan kita tahu keterbukaan kita sekarang mewakili semacam kesadaran akan apa yang sebenarnya terjadi.

Wawasan Ketiga memulai suatu pandangan baru tentang hidup. Ia mendefinisikan alam semesta fisik sebagai alam semesta energi murni, energi yang entah bagaimana merespon jalan pikiran kita.

Wawasan Keempat memaparkan kecenderungan manusia untuk mencuri energi dari manusia lain dengan mengendalikan mereka, mengambil alih pikiran mereka, suatu kejahatan di mana kita terlibat karena kita begitu sering merasa terputus dan kehabisan energi.

Kekurangan energi ini dapat diatasi, tentu saja, ketika kita terhubungkan dengan sumber yang lebih tinggi. Alam semesta dapat menyediakan semua yang kita butuhkan hanya jika kita bisa membuka diri terhadapnya. Itulah visi yang digambarkan oleh Wawasan Kelima.

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Konsep Menyerap Energi Dan Memproyeksikannya Kembali

Melanjutkan pembahasan tentang cinta kasih, tentu saja Anda tidak dapat membuat diri Anda serta-merta mencintai, melainkan Andalah yang mengizinkan perasaan senang memasuki diri anda. Tetapi untuk melakukan ini, Anda harus memposisikan pikiran anda dengan mengingat bagaimana rasanya dan mencoba untuk merasakannya lagi.

Misalnya saja pada kasus menikmati pemandangan indah dengan pepohonan di kaki bukit. Secara bertahap, Anda mulai mengagumi bentuk dan kehadirannya. Apresiasi Anda tumbuh sampai Anda benar-benar merasakan emosi cinta. Perasaan ini mungkin mirip seperti perasaan ketika Anda masih kecil terhadap ibu Anda atau perasaan ketika Anda remaja kepada gadis istimewa yang menjadi obyek cinta monyet Anda. Namun meskipun Anda telah melihat pemandangan yang indah itu, perasaan kasih yang khas ini ada sebagai perasaan yang umum menyeluruh. Anda jatuh cinta atau mengasihi pada segala hal.

Bilamana hal ini mampu Anda lakukan, Anda akan menerima energi dari alam di sekitaran pemandangan. Prosesi penerimaan energi dari alam ini akan ditandai dengan medan energi Anda yang semakin membesar. Prosesi ini dapat terlihat oleh orang lain yang menginginkan untuk melihatnya, yaitu dengan memposisikan diri agak menjauh beberapa meter dan menatap ke arah Anda dengan intens (hal ini telah dijelaskan caranya pada Wawasan Keempat).

Taruhlah yang Anda jadikan obyek proyeksi adalah salah satu pohon di dekat Anda. Tahap selanjutnya, pejamkan mata dan coba untuk mencapai perasaan-perasaan intens menjadi satu rangkaian kesatuan. Cobalah pahami bahwasanya hidup Anda dan semua yang sudah Anda alami—terutama ditambah dengan pengalaman baru bersama alam pemandangan di sekeliling Anda—adalah suatu anugerah, suatu terobosan, suatu cara pandang pada suatu jalan baru. Sekarang Anda harus belajar untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri, sedikit demi sedikit.

Pejamkan mata dan coba rasakan secara mendalam. Aliran emosi/perasaan akan datang membanjiri Anda. Tinggallah bersama banjir aliran emosi itu dan coba tingkatkan rasa sedikit demi sedikit, kemudian buka mata dan fokuskan perhatian pada pohon itu. Anda akan menerima energi dan memberikannya kepada pohon itu.

Ketika Anda menghargai atau mengapresiasi keindahan dan keunikan benda-benda, Anda menerima energi. Dan ketika Anda sampai ke tingkat di mana Anda merasakan cinta, maka Anda dapat mengirimkan kembali energi tersebut sesuai kehendak Anda. Semakin Anda memusatkan perhatian pada pohon dan mengagumi bentuk dan warnanya, semakin besar pula cinta yang Anda terima, sebuah pengalaman yang tidak biasa. Bayangkan energi Anda—yang tidak dapat Anda lihat—mengalir keluar dan mengisi pohon.

Hal ini sama halnya dengan proyeksi energi pada tanaman sebagaimana telah dibahas pada Wawasan Ketiga. Hanya yang membedakan adalah bahwa ketika itu kita belum menyadari pentingnya keberadaan perasaan cinta selama proyeksi energi berlangsung. Kita telah belajar mengalaminya tanpa menyadarinya.

Demikianlah Anda telah mengetahui bagaimana cara menyerap energi dan kemudian memproyeksikannya kembali (konsep menyerap energi dan memproyeksikannya kembali). Dengan mengingat cinta kasih yang pernah Anda rasakan, Anda dapat membuka diri.